Pantai Arkana Makassar


Makassar merupakan gerbang Nusantara di wilayah timur Indonesia. Semenjak masa keemasan Kerajaan Gowa – Tallo, Makassar sudah menjadi bandar pelabuhan yang besar. Lalu lintas kapal di selat Makassar  merupakan jalur perdagangan yang sangat penting untuk menuju pusat penghasil rempah-rempah di Kepulauan Maluku. Dengan demikian, denyut nadi kota ini tidak bisa dilepaskan dari nafas pesisiran. Secara turun-temurun, orang-orang Bugis merupakan para pelaut yang ulung menjelajah hingga tujuh samudera dengan kegagahan kapal Pinisinya.

Arkana4

Mengenal Makassar hanya dalam waktu satu-dua hari tentu saja sangat kurang. Namun demikian, pada kesempatan Kopdar Blogger Nusantara II akhir tahun kemarin, semua peserta sempat menikmati jalan-jalan pagi di pantai Arkana. Pantai Arkana merupakan salah satu pantai wisata yang terletak di sisi barat Makassar. Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana pantai yang “benar-benar pantai” dalam artian memiliki hamparan pasir yang luas, menikmati deburan ombak, dan angin laut yang sepoi-sepoi, maka pantai Arkana adalah pilihan paling tepat di Makassar.

Bagi orang di luar Makassar, nama Arkana barangkali kurang dikenal kepopulerannya dibandingkan nama Pantai Losari. Sebenarnya pantai Arkana terletak dalam garis deretan pesisiran yang sama dengan pantai Losari. Bahkan garis pantai di sisi barat Makassar memang dikembangkan untuk menjadi kawasan tujuan wisata terpadu. Jika kita telusuri pantai dari Arkana menuju utara, maka akan dapat dikunjungi wisata seperti Trans Studio, Masjid Apung, Pantai Losari, Benteng Rotterdam, kawasan Sombaopu dan “Lampu Merah”. Di sepanjang jalur tersebut, khususnya pada Minggu pagi digelarlah agenda car free day.

Arkana3

Dari segi keaslian pantai, pantai Arkana jauh lebih indah dan asri dibandingkan pantai Losari. Daerah pantai Losari merupakan pantai reklamasi yang dibentuk dari bibir laut yang diurug dengan bebatuan. Karena merupakan pantai reklamasi, maka Losari tidak memiliki hamparan pasir yang landai dan datar untuk bermain ria sebagaimana di pantai Arkana. Losari memang dirancang menjadi salah satu landmark kebanggaan warga Makassar. Namun pengunjung tentu saja tidak akan bisa mandi ataupun berenang, bahkan sekedar bermain ombak di tepian pantai Losari yang penuh deretan batuan pemecah ombak dan  air yang kotor dengan sampah laut.

Arkana1

Dalam rangkaian Kopdar Blogger Nusantara II, semua peserta sengaja dibawa ke area Pantai Arkana untuk menikmati salah satu obyek wisata terkenal di Makassar. Di samping menikmati keindahan suasana pantai, peserta diajak untuk memainkan beberapa jenis permainan tradisional khas Makassar. diantara jenis permainan yang mungkin sudah jarang dikenal anak-anak di jaman internet saat ini adalah gobak sodor, egrang, lempar batu, dan lompat karet. Di salah satu lapangan rumput sudut Pantai Arkana, suasana nampak riuh rendah oleh gelak tawa dari para peserta melihat sebagian teman-teman yang tengah memainkan berbagai gerakan permaianan dengan kikuk dan banyak membuat kesalahan.

Arkana2 Arkana5

Lain dulu tentu saja lain sekarang. Dulu sewaktu masih bocah, aneka jenis dolanan tradisional itu tentu saja menjadi permaianan keseharian, namun kini setelah dewasa, berumah tangga, bahkan punya anak, tentu saja kondisi tibuh sudah sangat berubah. Gendut penuh timbunan lemak, menjadi penyebab kelincahan di masa kecil tidak bisa diulangi kembali. Namun di sinilah justru nampak kelucuan-kelucuan yang timbul secara spontan dan membangkitkan kegembiraan bersama. Semilir angin di Pantai Arkana jelas turut berdendang riang menghembuskan angin laut mengiringi kebersamaan para blogger di pagi hingga tengah hari itu.

Ngisor Blimbing, 7 April 2013

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Pantai Arkana Makassar

  1. Ping balik: City of Makassar | Sang Nananging Jagad

  2. makasih buat info nya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s