Menggagas Pariwisata dari Akar Rumput


WISATA KEARIFAN LOKAL DI JEPANG SELATAN

Yufuin4

Pedukuhan yang telah berkembang menjadi kota kecil itu menghampar pada sebuah dataran lembah yang diapit oleh deretan pegunungan. Iklim sedang mendominasi daerah tersebut, dengan puncak musim dingin bisa mencapai temperatur di bawah nol 0C. Mata air yang banyak mengalir di sela bukit menjadikan kawasan ini subur makmur dan menjadi penghasil komoditas padi dan aneka sayuran. Terletak  pada sebuah pulau di ujung selatan Negeri Sakura, itulah kota kecil bernama Yufuin yang berada di Oita Perfecture, Pulau Kyusu. Kota wisata dengan suasana alam pedesaan yang kaya dengan sumber air panas (hot spring) ini dikunjungi lebih dari 4 juta wisatawan dari seantero Jepang dan mancanegara.

Yufuin di masa lalu bukanlah daerah yang dikenal luas, apalagi menjadi daerah tujuan wisata. Di permulaan tahun 70-an dataran lembah luas Yufuin pernah akan ditenggelamkan menjadi sebuah waduk raksasa untuk keperluan irigasi, pengendalian banjir, dan pembangkit listrik. Kebijakan satu arah yang dipaksakan oleh pemerintah setempat mendapat perlawanan keras dari tokoh masyarakat dan para aktivis lingkungan setempat. Akhirnya rencana proyek dam raksasa itu dibatalkan.

Sekitar tahun 1975 datang investor baru ingin menjadikan dataran Yufuin sebagai lapangan golf. Kembali masyarakat setempat menolak keras ide ini. Demikian halnya ketika beberapa tahun kemudian datang investor yang lain ingin membangun taman safari di kawasan yang sama, kembali kekuatan rakyat berbicara dan selalu memenangkan opini dan kebijakan pemerintah setempat. Semua penolakan terhadap proyek yang berpotensi merusak kelestarian alam itu dilakukan masyarakat Yufuin karena mereka percaya bahwa dengan bersahabat baik dengan alam, tanah, gunung, batuan, air, sungai dan ngarai, mereka akan lebih merasakan kedamaian, ketentraman, dan tentunya kemakmuran yang melimpah ruah. Harmonisasi kehidupan antara manusia, alam, dan Tuhan adalah pegangan nilai kearifan lokal yang turun temurun mereka pegang erat dan senantiasa diwariskan hingga masa kini.

Yufuin6 Yufuin7

Di akhir 70-an terjadi gempa bumi maha dahsyat yang memporak-porandakan kehidupan di Yufuin. Rumah rubuh, jembatan runtuh, pepohonan ambruk, tanah pertanian beserta tanaman budidayanya hancur lebur tanpa tersisa. Segala infrastruktur rusak berat menyisakan keterisolasian dan keterasingan dari dunia luar. Orang-orang dengan putus asa mengatakan bahwa “Yufuin was offer”.

Keadaan terpuruk ini kemudian justru membangkitkan para aktivis lokal, terutama yang tergabung dalam Murakuri NPO Kase no Harappa untuk bangkit membangun daerahnya. Berkaca kepada masa silam mereka mendengungkan motto “The best place to life is The best place to visit”. Mereka memiliki tanah yang subur menghampar, mereka memiliki hot spring, mereka memiliki segala kemurahan alam, dan yang utama mereka memiliki spirit dan semangat juang yang ditopang oleh nilai kearifan lokal yang mereka yakini akan mengembalikan jaman kemakmuran.

Yufuin5 Yufuin8

Non Profite Organization Kase no Harappa merupakan lembaga swadaya masyarakat yang intens mengedukasi masyarakat untuk bersanding dan bersahabat untuk melestarikan lingkungan hidup. Mereka menitikberatkan program yang terkait dengan sektor pangan, kesejahteraan, dan energi (food, welfare, and energy). Di sektor pangan, mereka pada awalnya mengembangkan lahan pertanian  hanya seluas 1,6 ha dan memelihara 200 bebek lokal. Melalui hasil pertanian yang mereka tanam sendiri, mereka mendirikan restoran masakan organik yang higienis dan menyehatkan. Restoran mereka lebih bersifat sosial kemasyarakatan dengan harga yang murah, bahkan mereka memberikan paket potongan harga khusus untuk warga yang kurang mampu, penderita cacat, warga yang sakit dan berusia lanjut.

Pertanian yang mereka budidayakan kemudian berkembang menjadi paket wisata dengan program bertani oleh non petani (farming by non-farmer), pertukaran petani (exchange farmer programme), dan WWOOF (willing workers on organic farm). Inti dari beberapa program tersebut adalah menjadikan para wisatawan yang datang “magang” bertani sambil “angon bebek”. Dan luar biasanya, ide sederhana ini justru menarik banyak orang untuk datang berkunjung, tidak hanya dari daerah lain di Jepang bahkan banyak wisatawan asing yang kerasan berlama-lama di Yufuin.

Yufuin2 Yufuin1

Program sektor kesejahteraan masyarakat yang dilakukan NPO Kaze no Harappa berupa agenda kegiatan penunjang kegiatan sosial kemasyarakatan yang tidak mendapatkan dukungan langsung dari pemerintah setempat. Mereka dengan penuh sukarela menggagas  forum lunch meeting, dan Friday meeting antar warga. Ada juga one day cheft restaurant untuk memberikan kesempatan orang awam belajar menjadi koki masak di restoran mereka selama sehari penuh. Ada lagi cooking class, singing together, mini concert, study class, termasuk support for baby and mother.

Fokus utama bidang kegiatan ini adalah merekatkan tali persahabatan diantara warga setempat, termasuk para wisatwan pendatang. Mereka datang, menginap dan mengikuti program secara gratis, tetapi mereka sekaligus bekerja di sawah maupun restoran, dan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Inilah timbal balik hubungan mutualisme diantara sesama warga Yufuin dan sekaligus wisawatan yang datang berkunjung.

Di bidang energi, dalam skala lokal NPO Kaze no Harappa merintis pembangkitan listrik dari sampah organik yang dihasilkan dari lahan pertanian maupun restoran-restoran yang ada di pelosok kota. Sampah tersebut diolah menghasilkan gas untuk keperluan rumah tangga. Di samping itu, dari kegiatan mereka juga menghasilkan biofuel skala kecil. Mereka juga ke depan akan memanfaatkan solar sel untuk membangkitkan listrik khusus untuk keperluan rumah tangga mereka masing-masing.

Yufuin3

Kegiatan-kegiatan yang digagas secara lokal ini nampaknya kecil dan tiada berarti. Namun kesungguhan, ketekunan, spirit dan semangat mereka menjadikan orang luar justru sangat respek dan mengagumi, untuk kemudian terdorong datang, berkunjung, menginap, menikmati kebersaman, dan tentu saja memberikan keuntungan ekonomi bagi komunitas masyarakat setempat. Mereka yakin bahwa kehidupan yang didukung dengan kecukupan pangan yang dihasilkan dari sawah dan ladang mereka sendiri, oleh komunitas dan masyarakat dalam kebersamaan, akan membawa kepada keharmonisan alam, serta menciptakan kedamaian dan ketentraman hidup. Nilai-nilai kearifan lokal inilah yang menjadi magnet wisatawan untuk mengunjungu kota pedukuhan Yufuin. Lebih dari 4 juta wisatawan setiap tahunnya ingin menikmati keramahan Yufuin. Sebuah jumlah yang tidak main-main untuk menggerakkan ekonomi dan mengangkat kesejahteraan rakyat.

Inilah kebangkitan sebuah dunia pariwisata yang justru berawal dari akar rumput. Jika di Jepang dan di tempat lainpun, komunitas dan masyarakat lokal mampu menciptakan peluang kemajuan ekonomi, pasti Magelangpun tidak akan kalah! Apakah sampeyan setuju dengan pendapat saya? Mari kita buktikan bersama-sama!

Ngisor Blimbing, 24 Maret 2012

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s