Museum Kapal Selam Surabaya


Kapal selam jelas selalu berhubungan dengan air. Kapal selam digunakan sebagai wahana untuk melakukan penyelaman hingga ke dasar samudera. Tetapi ada kapal selam yang tidak lagi digunakan untuk menyelam. Sabar dulu, yang saya maksudkan tentu saja bukan kapal selam terpedonya pem-mpek palembang! Yang ini sungguh kapal selam sungguhan. Lalu kapal selam seperti apakah?

Kapal Selam Sby

Yup, kapal selam yang lebih pas disebut sebagai mantan kapal selam. Kapal selam yang sudah rusak tentu saja tidak bisa lagi dikaryakan untuk misi penyelaman. Lalu bagaimana nasib kapal selam bekas ya?

Salah satu kapal selam yang dapat diketahui nasibnya oleh kalangan masyarakat umum adalah kapal selam Pasopati. Kapal selam generasi pertama yang dimiliki TNI AL ini saat kini terdampar di pinggiran kali Mas Surabaya. Bukan sulapan, bukan pula disebut keajaiban. Bekas kapal selam ini sekarang difungsikan sebagai museum kapal selam. Kapal ini sengaja dipajang sebagai sarana pendidikan dan hiburan bagi masyarakat luas.

Museum Kapal SelamDengan biaya karcis masuk Rp.5.000,- orang per orang yang bukan anggota marinir ataupun pasukan katak dapat memasuki badan kapal dan merasakan sensasinya berada di kedalaman lautan nan luas membentang. Dengan sederetan anak tangga, pengunjung dipandu untuk memasuki ruang kapal dari sisi lambung bagian depan. Di dalam kapal terdapat berbagai bagian dan ruang yang memiliki fungsi berbeda-beda. Ada ruang kemudi, kendali, intai, senjata, torpedo, hingga dapur dan kamar tidur untuk para awak kapal. Sedikit remang dan temaram dengan aroma bau logam berkarat menjadikan suasana di dalam kapal seolah mencekam. Bagaikan benar-benar berada di kedalaman dasar lautan.

Kapal selam Pasopati mengambil nama dari senjata pamungkas sang Arjuna, penengah Pandawa. Memang apabila diamati secara seksama, bentuk kapal yang langsing memanjang mirip dengan panah maut Pasopati. Nama itu diambil bukan semata karena bentuk penampakan fisik kapal saja, akan tetapi memang konon kapal selam ini dapat melesat cepat menembus badan air laksana anak panah yang terlepas dari tali busurnya. Kapal buatan Eropa Timur ini sangat berjasa dalam perjuangan perebutan kembali wilayah Irian Barat.

Setelah purna bakti memperkuat angkatan laut kita, kapal selam Pasopati ditempatkan di tepian kali Mas, wilayah tengah kota Surabaya. Lalu bagaimana mungkin kapal sebesar itu, yang seharusnya menyelam di kedalaman tidak kurang dari 20 meter bisa menelusuri kali Mas? Tentu saja kedalaman kali Mas terlalu dangkal untuk diselami kapal Pasopati. Kapal selam ini bisa sampai di lokasinya saat ini ternyata diangkut dengan truk trailer. Bagaimana mungkin? Sebesar itu lho!

Yak, kapal memang tidak diangkut secara utuh sekaligus. Badan kapal selam Pasopati dipotong-potong menjadi beberapa bagian untuk bisa diangkut melalui jalanan raya. Potongan-potang itu kemudian dirangkai dan dirakit kembali menjadi bentuk kapal yang utuh, sebagaimana nampak gagah dan megah saat ini.

Monumen-Kapal-Selam-SurabayaMuseum kapal selam merupakan arena pembelajaran bagi masyarakat umum, terkhusus untuk anak-anak, remaja, pemuda dan generasi penerus bangsa untuk dapat mengenal lebih baik tentang perkembangan TNI AL kita. Di samping mengenal kapal selam dari sisi teknologi pendukungnya, wahana ini sekaligus dapat memperkenalkan salah satu sisi sejarah bangsa kita dari aspek pertahanan lautnya.

Melengkapi kompleks Meseum Kapal Selam Pasopati, di sisi belakang terdapat home teather yang digunakan untuk memutar film diorama mengenai perkembangan dan jejak sejarah nenek moyang kita yang seorang pelaut, hingga keberadaan TNI AL beserta jasa-jasanya hingga saat ini. Fasiltas ini dibuka pada jam tayang tertentu yang sangat bergantung dengan rombongan atau jumlah pengunjung pada jam-jam tertentu.

Tepat berjajar di sepanjang tepian tanggul kali Mas, berjajar rapi kursi-kursi santai yang difungsikan untuk berleyeh-leyeh alias duduk dan kongkow santai bagi pengunjung yang ingin sekaligus menikmati pemandangan derasnya air Kali Mas. Lebih lengkap sebagai sebuah tempat tujuan wisata, meseum ini dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti mushola, kantin, panggung hiburan yang akan semakin memanjakan setiap pengunjung.

TamanKapalSelam

Hingga kini, negara kita sebagai negara kepulauan terbesar di seluruh dunia hanya memiliki beberapa keping kapal selam untuk memperkuat jajaran TNI AL. Kapal-kapal selam itu pada umumnya merupakan kapal bekas dari Eropa Timur. Jadi hingga waktu kini, kita hanya mampu mengimpor kapal bekas dari luar negeri. Dari segi pengembangan kemampuan SDM, fasilitas dan penguasaan teknologinya, sebenarnya putra-putri terbaik kita telah sanggup mengawal kebangkitan dan kejayaan PT PAL Surabaya. Jadi logika akal sehat kita, bangsa besar ini harusnya mewarisi kembali tradisi kemaritiman yang telah sangat lama dikembangkan oleh nenek moyang bangsa ini.

Kapal selam njerum ning mbanyu, selama hidup manusia tiada lelah menimba ilmu.

Gambar diambil dari sini, sini, sini dan sini.

Ngisor Blimbing, 27 Februari 2012

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Museum Kapal Selam Surabaya

  1. Hamid Anwar berkata:

    Wah saya suka ini. Pasti saya kunjungi besok kalau ke Surabaya! 🙂

    Suka

  2. adrian10fajri berkata:

    salam kenal..

    silahkan berkunjung ke blog saya >> http://www.adrian10fajri.wordpress.com (Pesona Palembang)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s