Tidak Hanya Sekedar Mur dan Baut


Santoso1Ada besar dan ada kecil adalah sebuah keniscayaan garis ketetapan Tuhan. besar dan kecil menjadi sebuah pasangan hidup yang satu sama lain saling melengkapi. Besar dan kecil sesungguhnya sangat tergantung dari sudut pandang, jarak pandang, serta cara pandang dari seseorang. Semua hal tersebut ibarat sawang sinawang, suatu relativitas kehidupan. Yang besar bisa kelihatan kecil jika dipandang dari jarak yang jauh. Demikianpun sebaliknya, sesuatu yang kecil bisa dilihat menjadi sebuah obyek yang besar ketika dilihat menggunakan kaca pembesar ataupun lensa mikroskop.

Dunia dan jagad raya semesta sangat penuh dengan hal yang besar dan hal kecil. Dipandang sebagai sebuah sistem, maka akan terdapat skala sudut pandang mengenai apa yang disebut sistem dan apa yang disebut sebagai subsistem. Lebih kecil lagi ada yang disebut dengan komponen. Sebuah komponen dan komponen lain yang bergabung untuk melakukan suatu tujuan kebersamaan unjuk kerja itulah yang dimaksud dengan sistem. Semakin banyak sebuah sistem disusun dari banyak komponen, maka akan terbentuk sistem yang besar dan semakin kompleks.

Sebuah mobil adalah sebuah contoh sistem yang mudah diamati. Mobil bisa dipandang terdiri atas subsistem-subsitem, seperti subsistem mesin penggerak, subsistem bahan bakar, subsistem kendali, subsistem motorik, subsistem hidrolik, bahkan roda, dan rempun bisa diangap sebagai subsitem. Tentu saja masih banyak lagi subsistem lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu dalam tulisan ini. semua subsistem tersebut harus bekerja sama, berkoordinasi, bersinergi, saling mendukung dan melengkapi sehingga sebuah mobil bisa berfungsi dan berjalan dengan baik atau sempurna.

Mobil bukanlah mobil namanya jika ia tidak memiliki roda. Sebaliknya sebuah roda ataupun banyak roda yang digabung menjadi suatu rangkaian roda juga tidak dapat berfungsi sebagai mobil. Mobil tidak akan berguna jika tidak memiliki bahan bakar. Mobil tidak akan bergerak jika tidak memiliki mesin. Mobil tidak dapat disebut mobil jika ia tidak memiliki semua subsistem ataupun komponen secara utuh, lengkap dan memerankan fungsinya masing-masing secara baik. Dalam sebuah sistem semua subsistem atau komponen menjadi penting keberadaanya. Tidak ada mobil tanpa roda, tanpa mesin, tanpa bahan bakar, tanpa sistem kendali demikian selanjutnya.

IMG00493-20130211-0609

Roda mobilpun dapat dilihat secara lebih detail menjadi sebuah sistem. Di dalam roda terdapat peleg, ban, pentil, termasuk mur dan baut yang mengencangkannya. Mur dan baut dapat dianggap sebagai komponen dasar yang menyusun suatu peralatan ataupun mesin. Mur tanpa bautpun juga akan mengalami kesenjangan fungsi dan unjuk kinerjanya. Sebaliknya baut tanpa mur juga demikian. Meskipun kecil, mur dan baut adalah komponen dasar yang menyusun dan mendukung kinerja sebuah sistem. Mur dan baut adalah kesatuan pasangan yang setia satu sama lain.

Sebuah pengalaman pernah saya alami berkaitan dengan mur dan baut yang kelihatan sangat sepele dan mungkin seringkali orang mengganggapnya tidak penting. Dalam sebuah perjalanan menggunakan bus malam kebanggan warga Magelang, selepas tengah malam bus tersebut memilih untuk menempuh jalur tengah Tanah Parahyangan yang relatif lebih sepi dan tidak ada titik kemacetannya. Menapaki jalanan sunyi di tengah alas Rajagaluh jauh menjelang kota Subang, bus mengalami oleng sehingga sang sopir memperlambat laju kendaraannya.

Dengan laju kendaraan yang lambat, getaran oleng itu justru semakin kentara dirasakan semua yang ada di dalam bus. Bahkan terdengar bunyi kluthak-kluthik yang menjadi kekhawatiran semakin mendalam. Akhirnya bus berhenti, sang kenek turun untuk memeriksa apa yang terjadi. Ia akhirnya menemukan penyebab gangguan tersebut. Dengan nada jengkel ia mengeluh kepada sang sopir. “Baut roda mburi kontal lima!”, teriaknya mengejutkan para penumpang yang tengah terlelap.

IMG00494-20130211-0609Baut hilang! Jagad dewa batara! Jika baut hilang, pastinya murnya juga turut raib. Ini benar-benar masalah yang sangat serius. Roda belakang bus merupakan roda ganda yang dikencangkan dengan sepuluh pasangan mur baut untuk melekatkannya pada peleg. Dari sepuluh pasang mur baut, separuh hilang pastinya menyebabkan kepincangan kinerja sang roda jalanan. Dan memang itulah yang terjadi pada malam dini hari tersebut.

Sialnya tidak ada serepan mur-baut yang bisa dipasang. Solusi awal yang dilakukan oleh sang kenek adalah mengencangkan mur-baut yang tersisa. Buspun berjalan pelan untuk berusaha menemukan bengkel perbaikan. Namun bagaimana mungkin menemukan bengkel di tengah hutan rimba pada waktu jago kluruk sepagi itu. Berjalan beberapa ratus meter, sudah terdengar kluthak-kluthik dari roda yang mengendor lagi.  Sang kenek turun, mengencangkan mur-baut dan bus berjalan lagi. Demikian berlangsung berulang-ulang, hingga sang sopir menjadi setengah putus asa.

Buspun diberhentikan di depan sebuah warung di pinggirian sebuah kampung sunyi. Kedua kru bus malam itupun turun dan mencoba menganalisis keadaan lebih seksama. Penumpangpun satu-dua, bahkan selanjutnya menjadi banyak, turut merubungi roda belakang. Inilah yang paling khas di negara kita. masyarakat kita adalah masyarakat yang penuh guyup dan rasa solidaritas terhadap orang lain yang tengah mengalami kesulitan. Meskipun mereka serba tidak tahu dengan permasalahan yang terjadi, namun rasa simpati mereka telah mendorong rasa ingin tahu dan memberi dukungan moril kepada sopir dan kenek yang berusaha memeras keringat dan otak untuk mengatasi keadaan.

Sang sopir berusaha mencari keterangan dari warga setempat yang sempat menengok kegaduhan di luar rumahnya. Ia menanyakan keberadaan bengkel las di daerah tersebut. Menurut keterangan warga tersebut ada sebuah bengkel las di sisi kiri berjarak 2 km dari tempat itu.  Sang sopir memiliki ide cemerlang. Sementara belum menemukan bengkel yang memadai untuk membeli mur-baut dan memperbaiki roda belakang, maka ia bertekad akan mengelas lubang kosong yang ditinggalkan baut pada bagian peleg dengan dudukannya. Nantinya las-lasan itu dapat dibuka kembali untuk memasang mur-baut yang baru.

IMG00490-20130211-0535

Akhirnya setelah tertatih-tatih berjalan pelan, bengkel las pager itupun berhasil ditemukan. Cuaca dingin subuh yang diselimuti kesunyian pedesaan menjadikan tukang las masih terlelap dalam mimpi indahnya. Dengan terpaksa pintu digedor demi sebuah permintaan tolong. Setelah menerangkan apa yang terjadi dan mengamat-amati kondisi lubang mur dan peleg, serta dudukannya, maka dilaslah lubang peleg ke dudukan peleg setelah sebelumnya dipasangi dengan mur bekas. Dengan las-las ini diharapkan roda dapat menempel kuat dan perjalanan dapat dilanjutkan meskipun dengan laju bus yang sangat lambat bagaikan gerak sang keong racun.

Seiring fajar menyingsing, bus bergerak melanjutkan perjalanan. Sekitar jam sembilan pagi, bus baru memasuki gerbang tol Cipularang di Sadang. Kondisi jalan tol yang meskipun tidak terlalu padat tetap mengharuskan bus berjalan pelan. Akhirnya jam sepuluhan pagi, bus baru memasuki Cawang. Semua “gara-gara” hala sepele! Sebuah keteledoran para teknisi untuk melakukan cek akhir terhadap mur-baut roda. Yang kecil ternyata bukan berarti tidak penting dan tidak berguna. Jadi, jangan pernah menganggap hanya “sekedar” mur dan baut kecil.  Mur dan baut sangat menentukan kinerja sistem yang jauh lebih besar, dalam hal adalah sebuah bus.

Bercermin dari peristiwa ini, kita dapat menganalogikakannya hubungan antara pemimpin dan rakyat, antara negara dan warganya, antara orang besar dan orang kecil.  Negara tanpa rakyat bukanlah sebuah negara. Rakyat dan negara adalah satu kesatuan yang tidak boleh terpisahkan. Maka janganlah pernah merendahkan martabat rakyat!

Ngisor Blimbing, 13 Februari 2013

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s