Soewoeng vs Soewoeng_Plasu


Internet memang telah banyak membawa “keajaiban” hidup. Meskipun hanya dibilang sebagai sebuah dunia maya, internet telah menghubungkan dan mengenalkan banyak orang dari berbagai wilayah negara serta latar belakang, ke dalam suatu jaringan yang membawa kemanfaatan. Tidak terkecualikan, internet juga telah mempersaudarakan ribuan manusia yang diawali dari perkenalan di dunia maya. Dunia maya dan dunia nyata kini menjadi dua perpaduan yang satu sama lain saling melengkapi.

Lewat internet, khususnya jagad perbloggeran, saya juga diperkenalkan dengan sosok misterius yang selalu mengundang kontroversi lewat tulisan-tulisan kritisnya yang diposting rutin melalui blog personalnya. Awalnya memang hanya sekedar kesasar ke jagad “sesatnya”  dari link antar link yang tertebar di situs yang tentu saja sudah terlupakan. Namun semenjak sekitar 2006-an, kira-kira saya sudah memasuki dunia kosong, alam awang-uwung, alias jagad suwung yang justru ada penghuninya. Tidak lain dan tidak bukan, si penghuni blog suwung itu adalah Kang Soewoeng.

Soewoeng, sesuai namanya, sudah pasti suwung. Suwung berarti kosong, tanpa penghuni, dan jika disangkut-pautkan dengan otak dan isi otaknya, ya bisa dimaknai sebagai wong tanpa isi otak, alias gemblung bin kenthir. Dalam bahasa sastra Jawa Kuno bisa juga disebut sebagai kawulo lali jiwo. Dan pastilah jika orang tanpa otak menulis sebuah tulisan, pastilah dapat sampeyan bayangkan isinya seperti apa, ya pasti selalu berbanding terbalik dengan logika otak yang waras.

Soewoeng, bukanlah soewoeng namanya jika tidak bisa membuat sebuah tulisan yang mengambil sudut pandang wong edan. Jika sampeyan pertama kali membaca karya emas Kang Soewoeng, mungkin sampeyan akan kebingungan nalar dan logika pikir sehingga mau tidak mau harus mengikuti kerangka berpikir koplak-nya itu. Namun bila kemudian sampeyan dapat menyelamkan diri, hanyut dalam kadalaman makna makrif-nya ngelmu soewoeng, di sanalah sampeyan akan dapat memetik hikmah makna di balik sebuah peristiwa yang merupakan inti ilmu kehidupan.

Soewoeng

Dulu, jaman dulu sekali, pada saat para blogger diperkenalkan dengan hal baru untuk mengoptimalkan kinerja blog sehingga memiliki pengunjung yang banyak dan memiliki pagerank yang tinggi yang kini dikenal sebagai teknik search engine optimation, Kang Soewoeng langsung berani menulis tips dengan judul “Tips Sepuluh Langkah Menulis SEO”. Apakah sedari awal Kang Soewoeng paham dengan seluk-beluk “perklenikan” cara kerja SEO? Tentu saja tidak saudara! Bahkan hingga kini di abad Millenium II inipun, ia masih dengan jujur menyandang sebagai blogger gaptek sedunia. Lalu apa “Tips Sepuluh Langkah Menulis SEO” ala Kang Soewoeng bin Gemblung yang membuat jagad perbloggeran heboh kala itu?

Tips Kang Soewoeng untuk menulis SEO mempersyaratkan dua hal sangat sederhana yang siapapun, bahkan non-blogger dapat memenuhinya. Dua syarat mudah tersebut adalah harus tidak buta huruf dan bisa menekan tuts huruf di papan ketik alias keyboard. Semudah itukah? Ya, hanya itu!

Terus bagaimana melakukan “Tips Sepuluh Langkah Menulis SEO” tersebut dengan sangat mudahnya? Sesuai sengan petunjuk tips sakti ala Kang Soewoeng, sampeyan tinggal melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama, ketikkan huruf M.

Ke dua, ketikkan huruf E.

Ke tiga ketikkan huruf N.

Ke empat ketikkan huruf U.

Ke lima ketikkan huruf L.

Ke enam ketiikan huruf I.

Ke tujuh ketikkan huruf S.

Kemudian ke delapan ketikkan huruf S.

Ke sembilan ketikkan huruf E.

Dan ke sepuluh ketikkan huruf O. Selesai dech! Itulah sepuluh langkah Tips Menulis SEO warisan dari Kang Soewoeng. Meskipun tidak terlalu persis dapat saya redaksionalkan sebagaimana postingan yang pernah tercantum di blog Soewoeng yang kini sudah sirno margo layu, namun kurang lebih begitulah tuladha ngelmu soewoeng yang pertama kali sempat saya kenal.

Blog Soewoeng di era babat alas jagad blogger Nusantara bisa dibilang sebagai blog yang sangat terkenal, kondhang kaloka ing sak indenging bawono. Bahkan menurut survey dan penerawangannya Mbah Geogle Bodronoyo, blog Soewoeng menempati jajaran ranking 5.

Hanya sampai sebatas di cakrawala bloglah saya mengenal Kang Soewoeng. Tidak pernah tahu seperti apakah sosok priyayi kenthir yang satu ini,karena ia memang tidak pernah berani memasang foto dirinya di dunia maya. Belum berkesempatan kopdaran dengan Kang Soewoeng, mendadak blog Soewoeng moksa dan hilang dari peredaran jagad perbloggeran. Apa yang sebenarnya terjadi, jelas tidak seorangpun tahu kecuali Kang Soewoeng dan Gusti Alloh.

Belakangan tiba-toba saja sosok Soewoeng muncul di padhepokan-nya Jogloabang. Semua orang bisa saja ditipu dan tertipu apakah Soewoeng edisi yang baru ini sama dengan Soewoeng yang dulu pernah sangat eksis itu. Namun yang jelas, si Soewoeng baru ini selalu gegandengan kemanapun dengan kembar karibnya si Soewoeng Plasu. Agak sulit dipahami memang! Dari konsistensi penulisannya saja, mestinya kan ditulis Soewoeng Plasoe, tapi ini kok nulisnya cuman Plasu. Kenapa begitu ya Su ya?

Malam itu jejagongan menunggu jam makan malam di Kopdaran Blogger Nusantara Makassar. Tiba-tiba tiga orang nggak jelas menarik perhatian banyak orang dengan bahakan ketawa ngakaknya. Satu diantara tiga orang itu kebetulan adalah Ki Demang Suryaden. Maka sayapun kemudian berani merapatkan barisan untuk turut njagongi kawan-kawan tersebut. Satu persatu kami saling salaman dan berkenalan. Nah ketika tiba bersalaman dengan sesosok berkacamata, berkumis dan brewok tebal, saya terbelalak, kaget mendengar dia menyebutkan namanya. Soewoeng!

Hmm, sebuah kesengajaan yang tidak sengaja jika ternyata justru Tuhan mempertemukan kami di pulau Sulawesi. Ternyata sosok Soewoeng itu kini tinggal dan ngayahi pakaryan di Makassar. Sebagaimana kabar angin yang pernah dikisahkan Ciwir beberapa tahun yang lalu, barulah saya percaya bahwa Kang Soewoeng memang masih tergolong abdi dalem kaprajan di salah satu instansi negoro. Memang sangat jarang bisa ditemukan seorang blogger “berplat abang” yang eksis sebagaimana sosok yang satu ini.

Pertemuan itu tidak kami sia-siakan. Jalinan perkawanan yang sudah terenda di blog selama ini cukup menjadi modal untuk segera mencairkan obrolan, canda dan tawa kami. Dan Kang Soewoengpun  nampak sangat antusias untuk menurunkan kasekten ngelmu Soewoengnya kepada siapapun, termasuk saya. Maka mengalirlah berbagai pertanyaan suwung yang harus disikapi dengan kewaspadaan penuh, antara dunia nyata dan dunia maya, antara kasunyatan dan kasuwungan. Beberapa ngelmu yang dengan kemurahan hatinya ditularkan kepada saya diantaranya ngelmu thuyul, ngelmu lampu nyala-hidup nyala-hidup, ngelmu ngliwati lampu merah, ngelmu takon rego modem kepada penjual kasur springbed, dan puncaknya adalah ngelmu sholat menyembah masjid. Luar biasa memang paseduluran dengan Kang Soewoeng bin Soewoeng Plasu ini. Moga suatu saat masih dapat dipertemukan dengan penguasa ngelmu suwung awang uwung yang masih trah Mbolali itu.

Ngisor Blimbing, 13 Januari 2013

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Tokoh dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Soewoeng vs Soewoeng_Plasu

  1. itu kang suwung ya mas?
    lha kok mek ketok bokonge 🙂

    Suka

  2. Agus Mulyadi berkata:

    Aku yo gumun kang, kok yo ono “Pegawe plat abang” tapi tulisane Koplak-koplak ngono, ora ngetoki plat abang’e….. (Blaik, dasar soewoeng….!!!!)

    Suka

  3. soewoeng berkata:

    blaikkkk konangan wakakakakka terlalu dibesar besarkan kie…. suwun massss adi tersungging

    Suka

  4. soewoeng berkata:

    plat merah iku lho… kan partai #martabakteranbulan tho? blaikkkkkkkkk

    Suka

  5. suryaden berkata:

    sak ngertiku kuwi blogger kotomotonan :-))

    Suka

  6. Ping balik: City of Makassar | Sang Nananging Jagad

  7. Ping balik: Rumah Budaya Jogloabang | Sang Nananging Jagad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s