Gonjang Ganjing ES KA TE EM


Setelah masyarakat diributkan dengan isu susu kental manis tanpa susu, kini masyarakat ribut lagi soal SKTM. Susu kental tanpa madu. Bukan masbro dan mbaksis! SKTM tidak ada hubungannya lagi dengan isu susu kental manis tanpa susu yang tempo hari. SKTM konon merupakan kependekan dari Surat Keterangan Tidak Mampu.

Isu SKTM sangat berkaitan dengan musim pendaftaran siswa baru pada berbagai jenjang sekolah. Menurut Permendikbud terbaru yang mengatur tentang penerimaan siswa baru pada suatu sekolah negeri, diinstruksikan untuk setiap sekolah menyediakan 2O% bangkunya untuk siswa dari keluarga tidak mampu. Untuk mendukung kondisi tidak mampu tersebut, calon siswa dari keluarga tidak mampu dipersyaratkan melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu, alias SKTM, yang diterbitkan oleh pemerintah desa atau kelurahan tempat tinggal. Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , | 1 Komentar

Surga dan Pecel Lele


Mendengar sebuah tayangan religius dari sebuah stasiun tivi bahwa kelak ketika manusia masuk surga maka segala permintaannya akan data langsung dikabulkan, si Ponang langsung nyeletuk, ”Aku mau minta pecel lele setiap hari ah…” Dipikirnya surga itu warung pecel lele apa ya.

Namanya juga si Thole, selalu ada-ada saja pemikirannya. Mumpung juga masih usia bocah, maka segala hal dipikirkannya secara linier bin datar saja. Jika premis mayornya menyatakan setiap permintaan pasti dipenuhi atau dikabulkan, apa yang salah dengan permintaan pecel lele. Tokh bagi seorang Ponang pecel lele adalah puncaknya puncak kenikmatakan dunia yang kini baru dapat dibayangkannya. Surganya surga dunia untuk saat ini memang baru sebatas pecel lele. Namanya juga bocah. Wajar saja dan biasa saja.

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , | Meninggalkan komentar

Kenduri Cinta Edisi Juli 2018


Monggo dihadiri bersama-sama. Datang, duduk, lesehan, gratis dan barokah. Insya Allah.

Mukadimah lengkap, silakan disimak di sini.

Dipublikasi di Jagad Maiyyah | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Mudik Asyik 2018


Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , | Meninggalkan komentar

Ramadhan dan Tradisi Selikuran


Satu lagi tradisi di bulan Ramadhan yang hingga kini masih tetap lestari di kalangan muslim Jawa, khususnya di lingkungan pedesaan, adalah selikuran. Selikur berarti dua puluh satu. Tradisi ini memang berkaitan erat dengan tanggal-tanggal likuran, selepas tanggal dua puluh satu Ramadhan ke atas. Istilah selikuran sendiri data dimaknai sebagai tanggal awal dimulainya tradisi selikuran.

Bulan Suci Ramadhan merupukan bulan yang penuh dengan keberkahan dan kemurahan pahala kebaikan dari Allah. Setiap amalan wajib dilipatgandakan pahalanya.  Amalan-amalan sunnah dinilai setara pahalanya dengan amalan wajib di bulan-bulan biasa. Hal inilah yang mendorong ummat muslim untuk melipatgandakan intensitas amalan ibadahnya di bulan Ramadhan. Salah satu amalan yang tiada akan putus pahalanya adalah beramal jariyah ataupun bersedekah. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Kenduri Cinta Edisi Juni 2018


Monggo dihadiri bersama-sama. Datang, duduk, lesehan, gratis dan barokah. Insya Allah.

Menggapai malam lailatul qodar sekaligus HUT Kenduri Cinta ke-18.

Mukadimah lengkap, silakan disimak di sini.

Dipublikasi di Jagad Maiyyah | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Ramadhan dan Tradisi Petasan


Ramadhan memang bulan istimewa. Keistimewaan Ramadhan menumbuhkan banyak tradisi di kalangan kaum muslimin. Ibarat pepatah desa mawa acara lan negara mawa tata, setiap daerah memiliki tradisi Ramadhan yang beragam sebagai buah karya kearifan lokal masing-masing. Namun diantara tradisi-tradisi tersebut, ada satu kebiasaan Ramadhan yang sebagian masyarakat menyukainya namun sebagian yang lainnya kurang berkenan dengannya. Kebiasaan yang satu ini mungkin justru memiliki keseragaman di berbagai daerah. Kebiasaan yang saya maksudkan adalah “petasan”.

Petasan atau mercon oleh sebagian besar masyarakat di selingkaran Gunung Merapi dikenal juga dengan sebutan long. Ramadhan tanpa petasan adalah sebuah kesunyian tersendiri. Petasan biasanya memang hadir hanya di hari-hari Ramadhan yang dipuncaki saat Idul Fitri tiba. Pagi remang selepas kuliah subuh dikala para remaja berjalan-jalan santai di jalanan desa, di situ akan banyak terdengar ledakan petasan. Di kala senja sambil menunggu bedug maghrib, petasan juga menjadi rerungon yang senantiasa ngangeni. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , | Meninggalkan komentar

Keluarga Mutiara Tiada Tara


Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga.

Mungkin penggalan baris bait syair yang pernah ditembangkan dengan sangat apik oleh Mbak Via Kolopaking dan merupakan soundtrack sinetron Keluarga Cemara karya Arswendo A, begitu menyentuh dan sangat mewakili siapapun yang mendapatkan anugerah keluarga yang bahagia. Bahagia tidak harus kaya dan serba ada. Bahagia tidak harus serba mewah dan serba wah. Bahagia hanyalah soal bagiamana hati berpadu, hati bersatu, hati yang saling berkasih saying. Hati yang mampu dan sanggup untuk saling asah, saling asih, dan asuh diantara sesame anggota keluarga. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Raya | Tag , , , , | Meninggalkan komentar