Hilir Mudik Taksi Air Kota Bangkok


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (9)

Bangkok adalah Venesia Timur. Julukan tersebut tidak bisa dipisahkan dengan Bangkok sebagai Kota Air. Sebagai Kota Air, urat nadi transportasi air tentu menjadi bagian keseharian dari aktivitas warga Bangok. Maenam Chao Phraya sudah pasti menjadi urat nadi utama transportasi air berbasis sungai di ibukota Negara Thailand.

Tidak hanya sekedar sungai Chao Phraya, puluhan bahkan ratusan anak sungai dari hulu sesungguhnya telah turut bergabung dengan Chao Phraya untuk menghilirkan aliran airnya menuju muara di Teluk Siam. Di samping itu terdapat pula puluhan kanal air dalam kota yang membelah kawasan dan menjadi penghubung berbagai tempat di Kota Bangkok. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Masjid Ton Son, Masjid Tertua di Kota Bangkok


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (8)

Tepat sehari sebelum blusukan kami ke Masjid Jawa, kami sempat singgah di Masjid Ton Son. Masjid ini telah berdiri semenjak abad 17 dimana pusat pemerintahan Kerajaan Thailand masih berada di Ayutthaya dan belum dipindahkan ke Bangkok. Tidak mengherankan jika masjid dengan dominasi warna kuning krem ini mendapat julukan sebagai masjid tertua di Thailand.

Masjid Ton Son berlokasi di 447 Arun Amarin Rd, Wat Arun, Bangkok Yai, Bangkok 10600, Thailand. Kebetulan di siang itu kami berwisata ke kawasan Royal Grand Palace, Wat Pho, kemudian menyebarang ke sisi sungai Chao Phraya ke Wat Arun. Setelah puas dengan berkeliling kuil Wat Arun, melalui pintu keluar sisi belakang kami menyusuri sebuah gang perkampungan. Jalanan tersebut mengantarkan ke sebuah jalan yang lebih besar. Kami mengambil arah belok kiri hingga tiba di depan sebuah markas tentara Thailand. Tepat di depan gerbang markas tersebut kami mengambil jalan arah kanan hingga tiba pada sebuah perempatan lampu merah. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , | Meninggalkan komentar

Wat Arun: Pagoda Matahari Terbit di Tepian Chao Phraya


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (7)

Mengunjungi Bangkok, mengunjungi Kota Sejuta Pagoda. Mengunjungi Bangkok, tentu tidak lengkap jika tidak mengunjugi pagoda termasyur. Nama lengkap pagoda yang satu ini adalah Wat Arunratchawararam Ratchaworamahavihara, atau cukup disebut Wat Arun. Wat Arun diambil dari nama Aruna, Dewa Fajar. Dengan demikian, Wat Arun juga syah disebut sebagai Pagoda Matahari Terbit. Istilah kerennya the Temple of Dawn.

Wat, vihara, kuil, candi, atau pagoda mengacu peristilahan yang sama, yaitu tempat ibadah ummat Budha di negeri-negeri Indochina (Thailand, Myanmar, Kampuchea, Laos, maupun Vietnam). Wat Arun menjadi pagoda paling populer dan favorit dikunjugi wisatawan manca negara. Berbagai lukisan, souvenir, dan karya seni khas bangkok menjadikan Wat Arun sebagai hiasannya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , | Meninggalkan komentar

Masjid Jawa di Belantara Kota Sejuta Pagoda


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (6)

Penduduk Kota Bangkok, sebagaimana warga Thailand pada umumnya, mayoritas menganut agama Budha. Thailand merupakan negeri ayng identik dengan agama Budha. Agama Budha merupakan agama dengan penganut terbesar di Negeri Gajah Putih. Tidak mengherankan dominasi tempat ibadah di negeri ini adalah kuil Budha, atau secara khusus kita kenal sebagai pagoda. Tidak mengherankan pula jika Bangkok pada khususnya memiliki salah satu julukan sebagai Kota Sejuta Pagoda.

Namun demikian, sebagian warga Thailand khususnya di Bangkok, ada juga yang warganya merupakan penganut agama Islam. Bahkan penganut agama Islam tercatat sebagai pemeluk agama terbesar ke dua setelah agama Budha di seluruh negeri. Salah satu kelompok ummat muslim yang cukup besar tinggal di sekitar Masjid Jawa. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , | Meninggalkan komentar

Lintas Kereta Kolong Phaya Thai


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (5)

Kereta api bisa merupakan moda transportasi masal yang sudah ada pasca revolusi industri. Hampir semua kota besar di dunia memiliki atau terhubung dengan moda transportasi yang satu ini. Demikian halnya dengan Bangkok, ibukota Negeri Gajah Putih. Untuk jalur kereta api antar kota, jalur Hat Yai di ujung selatan yang bersambung ke jalur Kuala Lumpur hingga Singapura, terhubung langsung dengan Bangkok dan Ciang May di ujung wilayah utara Thailand.

Meskipun Bangkok modern telah difasilitasi dengan moda kereta layang (Bangkok Mass Transit System, skyline BTS) dan kereta bawah tanah (subway, MRT), namun sisa masa awal angkutan masal kereta api di kota ini masih beroperasi hingga hari ini. Ada beberapa jalur kereta tersebut yang masih berbasis kereta api diesel alias KRD. Kereta KRD yang melayani penduduk Bangkok umumnya sudah berumur, bahkan sangat tua. Salah satu jalur KRD Bangkok melintasi kolong jalan raya dan berpotongan sebidang dengan jalan raya yang lain. Lintas kereta api di sekitaran Phaya Thai Road ini menjadi menarik dan menjadikannya sebagai sebuah pemandangan yang unik. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , | Meninggalkan komentar

Hormat Raja, Hormat Bangsa, Hormat Saat Senja


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (4)

Jelang senja di Stasiun Hua Lampong, Bangkok Central. Ketika ribuan calon penumpang tengah duduk ataupun berdiri di peron stasiun, menunggu keberangkatan kereta masing-masing. Di saat yang sama, ada pula calon penumpang yang masih antri di loket tiket. Ada lagi duduk berlesehan ria di lantai hall stasiun yang luas karena tidak kebagian tempat duduk. Ada pula para bante berpakaian coklat muda yang duduk di kursi tunggu khusus. Tepat saat detik pukul 18.00 dan bersamaan tenggelamnya matahari di ufuk barat, tiba-tiba semua orang di stasiun tersebut serentak berdiri. Seolah mendapat aba-aba tertentu, mereka langsung menghadap ke satu arah dengan sikap sempurna sebagai tanda mereka sedang memberikan sebuah penghormatan. Ada apa gerangan?

Demikian semua orang berdiri serentak, menghadap dengan sikap sempurna, bersamaan dengan itu sebuah tivi monitor raksasa yang dipasang di atas gerbang utama pintu masuk area peron stasiun segera memutar sebuah tampilan video. Ada gambar raja yang tampil anggun dengan pakaian kebesarannya. Ada penampakan grand palace yang indah nan megah. Ada pula kibaran bendera merah-putih-biru-putih-merah yang berwibawa. Semua tampilan kebesaran Kerajaan Thailand tersebut diiringkan dengan sebuah lagu yang merupakan lagu kebangsaan bangsa Thai yang besar. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Tokoh | Tag , , | 2 Komentar

Antri Ojek Bangkok City


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (3)

Bangkok kota macet! Bangkok, sebagaimana Jakarta dan mungkin kota besar yang lain di Asia, dikenal dengan kepadatan penduduknya yang sangat tinggi. Hal ini kemudian berbanding lurus dengan populasi kendaraan dan tingkat kepadatan lalu lintasnya. Bangkok dengan hari-harinya yang macet adalah hal yang biasa. Pemandangan ini paling terasa kental di setiap pagi dan petang dimana orang-orang berlalu lalang untuk pergi dan pulang beraktivitas.

Pemerintah Kota Bangkok tentu terus mengupayakan pembangunan sektor transportasi jalan raya untuk mendukung mobilitas harian di ibu kota Negeri Gajah Putih ini. Infrastruktur transportasi, mulai dari tuktuk, angkot, metromini, bus, terus ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. Namun demikian, keseluruhan moda tersebut belum sepenuhnya bisa menjawab tantangan kemacetan yang semakin parah. Sebagaimana Jakarta, hal ini ternyata juga membuka peluang layanan jasa transportasi motor, alias ojek. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , | 2 Komentar

Bangkok Kota Air


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (2)

Bangkok kota air. Demikian salah satu julukan ibukota Thailand ini. Tidak berlebihan karena kota ini memang terbelah oleh aliran sungai Chao Phraya. Semenjak awal perkembangannya, sungai telah menjadi urat nadi yang menunjang kehidupan warganya. Sungai tidak hanya menjadi sarana penunjang tranportasi, namun sungai telah menjadi sumber penghidupan, penggerak roda ekonomi, inspirasi seni dan budaya, bahkan peradaban khas Bangsa Thai.

Jika Eropa memiliki Venesia, maka Asia memiliki Bangkok. Demikian kira-kira padanan keduanya sebagai sesama kota yang bertubumbuh-kembang dengan basis aliran sungai. Tidaklah mengherankan jika bangsa-bangsa penjelajah Eropa semenjak abad XV telah menjuluki Bangkok sebagai Venesia Timur. Kota Bangkok menjadi kota ikon sungai terbesar di Asia. “Airnya senantiasa kimplah-kimplah, ” demikian Bu Wiek guru geografi favorit semasa SMP sering mengajarkan dan menggambarkan kota Bangkok. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , , | 2 Komentar

Bangkok Khā tā mi krungtheph


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (1)

Matahari masih terang menjelang tenggelam. Pesawat yang membawa keluarga kami mendarat di Bangkok. Rencana dan keinginan yang terpendam sekian waktu akhirnya menjadi kenyataan. Terutama bagi si “Ponang” Radya, Bangkok adalah tempat tinggal si Kudo, satu-satunya sahabat jauh yang belum pernah berjumpa dan hanya dikenalnya melalui dunia maya, serta senantiasa ingin ditemuinya. Kali ini kami benar-benar hadir sekeluarga ke ibukota Negeri Gajah Putih. Bangkok Khā tā mi krungtheph, Bangkok kami datang!

Dengan pilihan penerbangan yang lebih terjangkau, kami mendarat di Don Mueang International Airport. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk menjangkau pusat kota Bangkok dari bandara yang merupakan bandara pertama di ibukota Muangthai ini. Ada bus, kereta api, ataupun taksi. Namun untuk pilihan bus dan kereta api tidak ada single trip ke central city. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , , | 2 Komentar

Tidak Hanya Banjir Jakarta


Tahun baruan di ibukota Jakarta dan sekitar diwarnai dengan suasana banjir. Curah hujan yang sungguh ekstra ekstrim dan baru terjadi kali ini sungguh di luar kondisi normal. Media televisi hingga media sosial menjadi riuh rendah dengan berita dan status tentang banjir ibukota. Di media sosial bahkan banjir ibukota telah membawa perdebatan yang sungguh tajam terkait pro-kontra pencegahan, penanganan, dan pengendalian banjir. Kubu yang sebelumnya telah terbelah saat pilpres dan pilkada kembali menemukan amunisi untuk berdepat, bahkan saling mengumpat.

Aroma debat “politik” dalam banjir kali ini sungguh keterlaluan, bakan sudah di level memuakkan. Semua pihak, semua warganet, seolah langsung merasa diri sebagai ahli banjir. Perdebatan kebanyakan menjadi tidak solutif dan tidak produktif. Tak sedikit justru perdebatan berujung pada olok-olokan, kubu-kubuan, blok-blokan, tebar kebencian. Alih-alih tergugah rasa kemanusiaan, dan segera menggalang solidaritas, dana, dan bala bantuan untuk korban banjir, kita justru semakin gencar dalam eyel-eyelan tak berujung. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag | Meninggalkan komentar