Asyiknya Ngumbar Komunitas Ala Detik.com


Mendapat jawilan untuk turut Ngumbar Komuitas dari Kang Gajah Pesing, salah seorang penggiatnya detik.com, awalnya saya sedikit rancu mendengar istilah ngumbar. Ngumbar memang beda tipis dengan kata ngumbah. Jika ngumbah bermakna mencuci, ngumbar memiliki arti menggembalakan binatang secara bebas di alam. Belangan kemudian baru ngeh bahwa ngumbar yang dimaksudkan ternyata merupakan kependekan dari “ngumpul bareng”.

ngumbar-komunitas1

Menerima ajakan ngumpul bareng, tentu saja adrenalin saya langsung terpacu. Bagaimanapun sisa-sisa darah remaja dan muda saya, memang senantiasa merindukan saat-saat bertemu muka dan bertegur sapa secara langsung dengan berbagai teman yang sehari-hari lebih sering berinteraksi di jalur dunia maya. Sehebat-hebatnya dunia maya menjadi jembatan komunikasi di kalangan netizen, namun interaksi jarak jauh memerlukan tetap perekat jalinan dengan jumpa darat atau kopdar, kopi darat. Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Jagad Blogger | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Menyambangi Hello Kitty Town Johor Bahru


Bagi sebagian besar anak-anak perempuan, khususnya yang masih dalam rentang usia balita, tokoh Hello Kitty bisa jadi menjadi tokoh animasi yang paling popular dan paling dikagumi. Kucing “cewek”nan lucu dengan kostum khas serba pink-nya memang unik nan lucu. Meskipun dari sisi penampilannya sangat sederhana, namun justru kesederhanaan itulah cerminan dari kepolosan jiwa para bocah yang masih unyu-unyu. Trend dan kelaziman ini tidak luput menimpa Genduk Noni, anak perempuan saya.

Semenjak mulai bisa berceloteh di usia satu tahun, Genduk Noni yang kini sudah melewati usia ke tiga, sudah menunjukkan rasa ketertarikan dan kekaguman kepada sosok Hello Kitty. Tak heran jika segala pernak-pernik alat permainan, balon, tas, kaos kaki, kaca mata, kaos, baju, sepatu, boneka, bantal, guling, sprei, semua serba ada gambarnya Hello Kitty. Semua tentu saja dengan nuansa warna merah jambu alias pink. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , | 2 Komentar

Strategi Khandaq Hadapi Globalisasi


Salah satu peperangan fenomenal yang terjadi di masa Kanjeng Rasulullah Muhammad SAW dalam rangka menegakkan panji-panji Islam adalah Perang Khandaq. Kondisi ummat Islam pada saat itu sungguh serba dilematis. Dari segi jumlah, pasukan kafir Quraish berlipat-lipat jumlahnya. Demikian halnya dari sisi kelengkapan persenjataannya. Dengan demikian, ummat Islam membutuhkan sebuah strategi yang berbeda dan harus lebih taktis dalam menghadapi situasi pada saat itu.

kc-edisi-februari-2017-1

Kanjeng Nabi kemudian mengumpulkan semua tokoh muslim. Masing-masing diminta memberikan usulan maupun pertimbangan strategi seperti apakah yang akan ditempuh pasukan muslim. Ada yang mengusulkan pasukan muslim bertahan saja di dalam kota. Ada yang berpendapat agar pasukan muslim menghadang musuh di luar batas kota Madinah. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Maiyyah | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Menikmati Keanggunan Bangunan Sultan Ibrahim Johor Bahru


Bangunan itu sudah nampak selintas jika kita melintasi Johor-Singapore Causeway ke arah Johor Bahru. Meskipun sedikit tersembunyi diantara bangunan gedung tinggi yang lebih modern, namun justru bangunan tersebut memancarkan aura arsitektural yang klasik. Bentuk bangunan tersebut seolah perpaduan sebuah menara dan sekaligus istana. Salah satu ikon dan landmark Bandar Johor Bahru tersebut terkenal dengan nama Bangunan Sultan Ibrahim. Sebuah bangunan sangat monumental dan bersejarah yang menjadi bangunan tertinggi di Johor Bahru hingga tahun 1970, sebelum akhirnya disalib oleh Menara Merlin.

bangunan-sultan-ibrahim

Mencermati nama Bangunan Sultan Ibrahim, tentu saja tidak bisa dilepaskan dari nama Sultan Ibrahim itu sendiri. Sultan Ibrahim ibnu Abu Bakar merupakan penguasa Kasultanan Johor yang membangun bangunan “istana” tersebut pada tahun 1936-1939, bersamaan dengan masa pendudukan Kolonialis Inggris di Semenanjung Malaya. Kasultanan Johor Darul Ta’wim sendiri merupakan kelanjutan dari Kesultanan Riau yang sebelumnya pernah berpusat di Riau Daratan, Singapura, dan pada akhirnya Johor Bahru. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Kenduri Cinta Edisi Februari 2017


kc-februari-2017

Monggo merapat dan hadirilah. Gratis, Lesehan, dan Barokah.

Mukadimah Kenduri Cinta Edisi Februari 2017, dipersilakan.

Dipublikasi di Jagad Maiyyah | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Menuju Johor Bahru, Melintas Singapur


Menjalani pemeriksaan imigrasi ketika kita memasuki atau keluar negara lain memang membutuhkan kesabaran tersendiri. Kadang atrian pendek dan proses pengecekan passport kita dilakukan dengan cepat. Terkadang terjadi pula antrian panjang, pertanyaan yang bertubi-tubi dari petugas hingga membutuhkan waktu yang lumayan lama. Terlebih jika ada sedikit permasalahan, mungkin terkait dengan nama kita, masa berlaku passport, ataupun urusan visa, tentu lebih lama lagi. Bagi yang belum atau tidak terbiasa dengan segala proses tersebut, mungkin timbul juga sedikit kecemasan, rasa dag-dig-dug, yang berkembang menjadi ketidaknyaaman, bahkan rasa stress.

Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya melintasi negara lain untuk menuju ke negara lainnya lagi dalam hitungan kurang dari setengah hari. Tujuan kepergian kami hari itu adalah ke Johor Bahru, satu negara bagian Federasi Malaysia di ujung selatan Semenanjung Malaya yang berbatasan langsung dengan Negara Singapura. Dengan berbagai pertimbangan kemudahan transportasi, kami memilih untuk memasuki Johor Bahru dari Singapura. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , , , , , | 1 Komentar

River Hongbao Festival Invitation


roaster-fire-new-year

roaster2  roaster3

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

The Art of China Acrobatic from An Hui


Lengkingan suara gesekan erhu yang membawakan sebuah lagu dari Tiongkok di sore itu menyihir segenap pengunjung untuk melingkar di sebuah panggung bernuansa khas warna merah. Panggung berbentuk setengah lingkaran tersebut dipagari bebungaan warna pink yang sangat mempesona. Sebagai latar belakang panggung terpampang gambar seekor ayam berwarna emas yang menimbulkan kemilau luar biasa. Di atas ayam emas terpampang sebuah tulisan berwarna merah berbunyi “The Art of China Acrobatic from An Hui, China.”

imlek-alam-sutera

Gambaran suasana di atas senantiasa hadir dalam beberapa hari di waktu sore menjelang malam. Dalam rangka menyongsong sekaligus merayakan Tahun Baru Imlek 2568 kali ini Mall @Alam Sutera sebagaimana biasanya menghadirkan sajian atraksi barongsai tonggak. Dengan tagline “The Art of China Acrobatic from An Hui, China” gempita nuansa Imlek di Alam Sutera terasa lebih istimewa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sajian atraksi akorbatik yang dulu hanya kita saksikan lewat tayangan acara sirkus di televisi, kini benar-benar hadir di depan mata. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , , , | Meninggalkan komentar