Khutbah Bocah Idul Adha 1441 H Bahasa Jawa


Khutbah Jum’at, Idul Fitri, ataupun Idul Adha, di luar ketentuan yang merupakan syarat dan rukun khutbah tentu dapat disampaikan dalam bahasa apapun di luar bahasa Arab.

Kali ini di tengah pandemi yang belum terkendali, keluarga kami kembali melaksanakan sholat Id di rumah. Sebagai rangkaian ibadah, khutbah Id tentu tidak ketinggalan. Dengan niat mendidik dan mengkader si sulung, kali inipun khutbah dibawakannya. Teristimewa khutbah Id kali ini disampaikan dalam bahasa Jawa.

Dipublikasi di Jagad Bocah | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Khutbah Sholat Id 1441 H


Sholat Id di masa pandemi corona menjadi istimewa dalam situasi kedaruratan. Untuk menghindari penyebaran dan penularan virus covid yang belum sepenuhnya terkendali menjadikan kegiatan sholat Id di masjid ataupun lapangan menjadi sangat rawan dan tidak aman. Oleh sebab itu, keluarga-keluarga kita sangat dianjurkan untuk melaksanakan sholat Id di rumah bersama keluarga masing-masing.

Dalam sebuah kecil kami, pelaksanaan sholat Id di rumah menjadi sebuah tantangan tersendiri. Agar rukun dan syarat ibadah sholat Id bisa dilaksanakan sebaik-baiknya, kami selaku kepala keluarga mendapat amanah memimpin sholat. Adapun si sulung, sembari sebagai sebuah latihan tanggung jawab diamanahi membacakan khutbah singkat. Sungguh kali ini menjadi sebuah pengalaman istimewa bagi keluarga kami

Dipublikasi di Jagad Bocah | Tag , | Meninggalkan komentar

Lagu Perkenalan Teman Baru


Saat memasuki sekolah baru, anak-anak satu sama lain belum saling kenal. Untuk saling berkenalan, lagu Siapa Namamu karya Kak Sinung ini dapat menjadi sarana perkenalan yang menggembirakan. Rasa canggung, malu-malu pada masing-masing anak dapat dihilangkan dengan aktivitas bernyanyi bersama. Ayo man-teman.

Dipublikasi di Jagad Bocah | Tag | Meninggalkan komentar

Lomba Layangan Petheng ala Tangerang Selatan


Masa saat ini tengah memasuki musim kemarau di sebagian wilayah tanah air. Kondisi kering dengan curah hujan yang sudah sangat jarang mendorong angin lebih bertiup kencang akhir-akhir ini. Angin yang kencang mendatangkan musim menerbangkan layang-layang alias layangan. Tidak heran jika di berbagai wilayah, banyak anak-anak yang gandrung menaikkan layangan.

Musim layangan di tengah pandemi corona saat ini seolah menjadi hiburan tersendiri bagi anak-anak. Bayangkan empat bulan lebih anak-anak tidak dapat bersekolah dan harus belajar di rumah. Rasa jenuh dan bosan tentu sudah sedemikian mendera. Layangan menjadi salah satu cara untuk merelaksasi diri, mengendorkan beban pikiran, menjadi hiburan dan kesenangan tersendiri. Kondisi saat inipun telah mendorong kreativitas pembuat layangan untuk membuat layangan dengan berbagai ukuran dan model. Ada layangan yang sudah biasa kita jumpay, namun banyak muncul jenis layangan baru. Ada layangan bentuk pocong, genderuwo, bermotif bendera negara-negara di dunia dan lainnya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , | Meninggalkan komentar

Kontes Lukis Anak 2020


Sebagai rangkaian peringatan Hari Anak, dalam rangka memberikan wahana pengembangan minat, bakat, dan kreativitas anak tercinta di masa pandemi corona saat ini, Komunitas Tlatah Bocah menggelar Kontes Lukis Anak 2020.


Informasi mengenai ketentuan dan syarat perlombaan dapat dilihat di halaman website http://www.bocah.org.

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Taman Lalu Lintas Alam Sutera


Metode atau cara pembelajaran banyak rupa, banyak ragam. Salah satu metode pembelajaran yang efektif bagi si buah hati adalah dengan melihat dan mempraktekkan hal baru yang tengah dipelajari. Terkait edukasi perilaku berlalu lintas, taman lalu lintas menjadi wahana yang menarik untuk menanamkan kesadaran berperilaku lalu lintas secara benar, santun, dan bijak. Salah satu taman yang saya maksudkan ada di area Taman Danau Alam Sutera, Kota Tangerang.

Berada di salah satu tepi danau Alam Sutera dan menjadi bagian dari taman secara keseluruhan, taman tematik yang menarik ini menempati area kurang lebih 500 m2. Beberapa lintasan lurus, melengkung, berbelok, melingkar menjadi bagian utama dari jalur jalan yang ada. Jalur lintasan tersebut dibuat sedemikian rupa menyerupai jalur jalanan yang sesungguhnya. Ada marka jalan, ada jalur petunjuk arah, bahkan di beberapa titik lengkap zebra cross tempat menyeberang para pejalan kaki. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , , | Meninggalkan komentar

Belajar Hitung Penjumlahan dengan Tabel


Matematika seringkali menjadi mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa. Terlebih dengan pembawaan guru yang seringkali terkesan tidak ramah, dingin, mahal senyum, sejak di bangku sekolah dasar pelajaran ini dirasa sulit, rumit, dan memusingkan. Hal tersebut seringakali terbawa ke jenjang kelas dan sekolah yang lebih tinggi. Walhasil, kebanyakan anak memiliki kemampun di bawah rata-rata dan memetik nilai yang jeblok.

Alangkah bijak sekiranya anak sudah diperkenalkan dengan matematikan semenjak usia dini. Namun demikian metode pengenalan, ataupun nantinya pembelajarannya harus dirancang sesuai usia dan masa tumbuh kembang anak-anak tercinta. Di masa pra sekolah dasar dan di kelas rendah, tentu metode pembelajaran dengan bermain dan berdongeng akan jauh lebih mengena bagi anak-anak. Kita bisa menggunakan benda-benda di sekitar kita untuk mengenalkan angka atau jumlah benda, menambahkan, mengurangkan dan selanjutnya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , , | 2 Komentar

Hari Pertama Masuk Sekolah Tahun Ajaran 2020


Senin, 13 Juli 2020 hari kemarin, seharusnya menjadi hari pertama masuk sekolah di Tahun Ajaran 2020/2021. Baju baru, tas baru, sepatu baru, buku baru, sekolah baru, teman baru, guru baru biasa mewarnai hari pertama masuk sekolah. Namun pemandangan tahun ini di berbagai sekolah sungguh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berkenaan dengan situasi pandemi corona yang masih belum mereda, anak-anak terpaksa masih harus belajar di rumah. Sekolah sistem daring nampaknya belum akan segera berakhir.

Sistem daring pada kenyataan tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya secara optimal. Banyak kendala dan hambatan di lapangan. Bagi keluarga yang memiliki akses jaringan internet, memiliki smartphone atau laptop, mampu menyediakan langganan paket pulsa, tentu bersekolah secara daring tidak begitu menjadi persoalan. Namun bagaimana dengan teman-teman dan keluarga yang kurang beruntung, tidak memiliki sarana dan prasarana koneksi internet, tidak memiliki kesanggupan membeli atau berlangganan paket data, atau mungkin tinggal di daerah pelosok yang sama sekali belum terjangkau jalur komunikasi. Lalu bagaimana mereka belajar ya? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , , | Meninggalkan komentar

Mengenal Tunas Kelapa Bareng Ranah Bocah


Corona sudah sekian bulan melanda. Anak-anakpun selama sekian bulan tersebut tidak lagi belejar di sekolah. Dengan kondisi pandemi yang terus meningkat dan belum sepenuhnya terkendali, anak-anak belajar di rumah. Masa Ujian Nasional lewat dengan pembatalan pelaksanaannya. Masa ujian akhir semester dan kenaikan kelas juga tidak terengkuh para adik-adik para siswa. Bahkan kelulusan dengan segala ritual selebrasinya lewat begitu saja.

Sekian lama sekolah tanpa guru dan tanpa sekolahan tentu sedikit banyak membuat anak-anak merasa jenuh. Pembelajaran online yang tidak sepenuhnya berjalan baik dengan berbagai kendala yang ada, diakui atau tidak, tidak sepenuhnya berlangsung sebagaimana yang diharapkan. Setiap hari melototin hand phone atau laptop, setiap hari hanya menerima tugas dari guru untuk mengerjakan pekerjaan rumah, tentu membuat kondisi psikologis anak-anak kita membutuhkan kesegaran tersendiri. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , , | Meninggalkan komentar

Boncikdamber: Boncengan Cantik nan Unik dari Ember Bekas


Budikdamber, alias budidaya lele dalam ember, demikian tenar nan viral. Namun bagaimana dengan Boncikdamber? Mungkin diantara pembaca baru mendengar kali ini ya? Melalui tulisan ini, kami ingin memperkenalkan sebuah inovasi kreasi baru yang bernama Boncikdamber ini. Simak terus ya kawan.

Boncikdamber sebenar kependekan dari boncengan cantik nan unik dari ember bekas. Jadi terang kan bahwa antara Budikdamber dan Boncikdamber memiliki kesamaan. Ya, keduanya sama-sama mempergunakan bahan dasar ember. Hanya saja fungsi atau kegunaan diantara keduanya sungguh berbeda. Satu untuk pemeliharaan ikan lele. Sedangkan yang ke dua digunakan sebagai boncengan atau bagasi di sepeda. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Keluarga | Tag , , , | Meninggalkan komentar