Sholat Ashar Tiga Rakaat


Sholat Ashar tiga rakaat? Sholat ajaibkah? Atau sholat model baru? Atau sholat jaman now? Emang ada? Gerakannya sama. Takbirnya sama, rukuknya sama, iktidalnya sama, sujudnya sama, tahiyatnya sama. Tetapi ada satu yang tak selazimnya alias tidak sama. Jumlahnya rakaatnya! Ini bicara sholat Ashar yang hanya tiga rakaat.

Ah semoga saja orang yang bersholat tersebut memang sedang lupa semata. Tokh memang Tuhan sekalipun tidak akan menuntut suatu pertanggungjawaban kepada dua orang muslim-muslimah dewasa terhadap suatu amal perbuatan. Dua orang tersebut adalah orang yang lupa dan orang gila. Sayapun menjadi tidak berlebih-lebihan dengan membuat tulisan mengenai hal yang seharusnya dapat kita mafhumi bersama ini. Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , | Meninggalkan komentar

KC Edisi Agustus 2018


Monggo dihadiri bersama-sama. Datang, duduk, lesehan, gratis dan barokah. Insya Allah. Mukadimah lengkap, silakan disimak di sini. 

Dipublikasi di Jagad Maiyyah | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Perpanjang SIM Antar Daerah Tanpa Perlu Mutasi Lagi


Pindah domisili dari suatu daerah ke daerah lain, biasanya harus disertai dengan berbagai keribetan mengurus surat-surat penting. Yang KTP-lah. Yang KK-lah. STNK-lah.Termasuk SIM. Kepindahan kewargaan seseorang di negeri ini mengharuskan setiap kita harus berjibaku dengan urusan mutasi berbagai surat-surat penting tersebut. Capeknya lagi, meskipun konon kini sudah eranya layanan serba on-line, namun suka tidak suka, mau tidak mau, urusan mutasi surat penting masih direpoti dengan berbelitnya lika-liku birokrasi di berbagai lini.

Untuk urusan mengurus perpanjangan Surat Izin Mengemudi alias SIM, saya masih membayangkan harus menguruskan mutasi keluar dari daerah asal di kepolisian resort masing-masing. Berbekal surat mutase asal, di tempat kepindahan kita mengurus pembaruan SIM berdasarkan KTP domisili yang baru. Betapa terasa ribet bin rempong bukan? Wira-wiri kesono-kemari. Habis waktu, biaya, dan butuh nyali untuk menembus ribetnya birokrasi pelayanan SIM secara resmi. Tidak mengherankan jika memikirkan rasa ribet yang akan dihadapi, lebih banyak orang yang memilih untuk pasrah kepada pihak jasa pengurusan mutasi SIM. Sebut saja melalui calo. Lebih praktis, tidak ribet meskipun harus keluar ongkos sedikit lebih banyak. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Nusantara | Tag | Meninggalkan komentar

Among Rogonya Alam Sutera


Di dalam raga yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Semboyan atau nasehat bijak yang dulu kami percayai semenjak di bangku sekolah dasar tersebut konon kini sudah tidak begitu valid. Namun setidaknya kita semua pasti yakin bahwa kesehatan bagi tubuh kita mencakup kesehatan jiwa dan raga, lahir dan batin, fisik dan psikis, jasmani dan ruhani. Dengan demikian, olah raga sebagai salah satu cara untuk menjaga kebugaran tubuh menjadi penting untuk dilakukan secara rutin.

Berbicara tentang olah raga, mungkin untuk alasan dan keperluan tertentu kita memerlukan tempat serta sarana prasarana yang khusus. Lapangan olah raga, sasana, bahkan sebuah stadion merupakan beberapa contoh tempat yang dibangun khusus untuk kepentingan olah raga. Di desa atau kawasan pinggiran mungkin masih banyak dijumpai lapangan olah raga, seperti lapangan bola volley dan sepak bola. Meskipun sasana olah raga dan stadion pada umumnya merupakan fasilitas olah raga yang berada di kota, namun bagi masyarakat perkotaan dengan lingkungan ruang publik yang serba terbatas, kehadiran suatu fasilitas olah raga merupakan suatu kemewahan tersendiri. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Ngisor Blimbing | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Martabak Simpang Sawah Dalam, Martabak Istimewa


Kesan pertama begitu mendalam. Demikian barangkali banyak orang mengatakan mengenai sebuah perkenalan yang demikian berkesan. Berkenalan dengan orang baru, tempat baru, bahkan suatu makanan baru. Kesan mendalam demikianlah yang mendera si ponang terhadaerp menu makanan yang bernama martabak. Kok bisa! Bagaimana awal mula kisah fanatisme martabak ini bisa terjadi.

Martabak. Tulisan ini sengaja hanya ingin membatasi cerita tentang martabak telor. Menjalani ibadah puasan Ramadhan yang sehari penuh selama sebulan tentu bukan hal yang ringan bagi seorang bocah seumuran sekolah dasar. Hari hari biasa yang senantiasa lekat dengan sarapan pagi sebelum sekolah, jajan di penjaja di gerbang sekolah jelang masuk kelas, ataupun jajan di kantin di waktu istirahat adalah sunatullah keseharian bocah sekolah. Tiba tiba semua tersebut harus ditinggalkan di masa Ramadhan. Memang seumumnya orang yang beribadah puasa di bulan suci, para bocahpun bersantap saur sebelum Subuh. Namun bagi anak-anak, puasa tetap merupakan ritual ibadah yang maha berat. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Ngisor Blimbing | Tag , | Meninggalkan komentar

Sepuluh Hari Jelang Festival Lima Gunung 2018


MASIH GOBLOK BARENG.

Festival Lima Gunung XVII
10-12 Agustus 2018
di Wonolelo, Bandongan, Magelang

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , | Meninggalkan komentar

Tragedi Empyak dan Uler Keket


Alkisah, kejadian dalam cerita ini sudah terjadi lebih dari 30 tahun silam. Sore itu kira-kira waktu selepas Ashar. Pakdhe Darmo, tetangga berjarak satu rumah di sisi barat tempat tinggal kami, beberapa hari sebelumnya, memulai renovasi rumahnya. Sebuah rumah bergaya omah kampung yang masih beralas tanah, berdinding gedheg anyaman bambu, dan beratap genteng tanah liat.  Meskipun rumah tersebut direhap secara total, namun beberapa bagian bahan rumah yang masih layak dipakai sengaja disisihkan untuk kelak dipergunakan kembali. Salah bagian tersebut adalah beberapa tangkep empyak.

Empyak merupakan kerangka atap sebuah rumah. Empyak merupakan rangkaian bilah bambu yang berguna sebagai dudukan untuk memasang dan menata genteng. Bagian utama rangkaian empyak terdiri atas bilahan usuk dan reng. Meskipun dapat memergunakan bilahan balok kayu berukuran kecil, namun di kampung kami usuk lebih umum dibuat dari bambu. Ada usuk yang berupa potongan bilah bambu utuh gelundungan yang biasanya terbuat dari bambu apus. Ada pula usuk dari bilahan bambu petung yang dibelah menyeruai balok kayu. Usuk berposisi membujur dari sebuah rangkaian empyak. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Taman Garengpong, Taman Bunga Eksotik di Kaki Merapi


Imajinasi manusia mengenai keindahan surga biasanya tidak jauh dari keindahan sebuah taman bunga. Taman asri nan tertata rapi. Di segenap tempat dan sudut sudutnya dihiasi dengan aneka rupa warna warni bunga yang elok disertai bau harum yang semerbak merona. Meskipun tentu tidak sebanding dengan surga yang tidak akan pernah dapat dibayangkan dengan akal pikiran dan panca indra manusia, namun sebuah taman bunga seolah dihadirkan di lingkungan kita untuk menghadirkan suasana dan nuansa surgawi. Dan diantara taman bunga yang tengah menjadi buah bibir di Kaki Gunung Merapi adalah Taman Garengpong.

 

Taman Garengpong menempati beberapa petak tanah persaawahan di sudut Dusun Bringin Kulon, Desa Bringin, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Aksesnya sangat mudah dan hanya 3 km dari jalur Utama Jalan Jogja Magelang. Tepat di pertigaan lampu lalu lintas Gulon naik ke arah Jurangjero. Di sisi kanan memasuki gapura Dusun Bringin Kulon langsung masuk. Susuri terus jalanan dalam dusun, pengunjung akan terpandu hingga lokasi Taman Garengpong. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Alam | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar