Halte Unik, Halte Ramah Anak dengan Ayunan nan Asyik


Halte merupakan sarana pemberhentian kendaraan umum. Keberadaan halte tentu saja dalam rangka ketertiban lalu lintas agar kendaraan umum seperti angkot atau bus tidak berhenti secara sembarangan. Dengan adanya halte, kendaraan umum tidak menaikkan dan menurunkan penumpang seenak udelnya sendiri. Demikian halnya dengan para calon penumpang kendaran tersebut tidak menyetop kendaraan umum di sembarang tempat yang bisa berujung mengganggu kelancaran lalu lintas atau kemacetan.

Meningkatnya jumlah kendaraan pribadi menjadikan tingkat kepadatan lalu lintas semakin tinggi. Tidak di kota besar, di kota kecilpun saat ini sudah menjadi kelaziman adanya kemacetan lalu lintas di jalur-jalur utama, terutama pada jam-jam sibuk. Di sisi lain keberadaan angkutan atau kendaraan umum kini justru semakin terpinggirkan. Persentase warga masyarakat yang masih mau mengguna sarana transportasi umum dari hari ke hari semakin berkurang. Hal ini menyebabkan kompleksitas penguraian masalah kemacetan lalu lintas menjadi semakin jauh panggang daripada api. Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Jagad Nusantara | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Ritme Tarawih di Masjid Merdeka Masa Kini


Kali ini kesempatan kali pertama dapat kembali turut tarawih Ramadhan di Masjid Merdeka. Masjid kebanggaan masyarakat muslim ibukota, banhkan Indonesia. Kali ini terasa lebih istimewa dikarenakan pertama kali pula bertarawih di masjid yang diarsitekturi seorang Katholik ini, tarawihan satu keluarga utuh. Terutama kali ini merupakan pengalaman pertama kali bagi anak-anak kami, Radya dan Nadya.

Dulu tatkala pertama kali kecemplung di ibukota dan tinggal di bilangan Tanah Abang, hampir di setiap malam Ramadhan menyempatkan diri untuk turut tarawihan di Masjid Merdeka ini. Meskipun bacaan suratnya panjang dan menjadikan durasi waktu tarawih 11 rakaat lama, namun menyimak dan mendengarkan para imam yang fasih dan hafiz Qur’an menjadi sensasi kenikmatan tersendiri. Mungkin juga waktu itu benar-benar tidak memiliki tanggungan hal lain sehingga waktu terasa longgar. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Religi | Tag , | Meninggalkan komentar

Kuda Besi Kuda Rejeki Sepanjang Hari


Kuda merupakan binatang kendara yang sangat dekat dengan manusia. Semenjak jaman baheula, kuda sudah menjadi sarana transportasi yang handal. Hewan perkasa ini tidak minum bensin ataupun solar, ia hanya minum air murni. Demikianpun soal makanan, ia hanya membutuhkan rumput hijau nan segar. Namun demikian kuda menjadi simbol kekuatan, keperkasaan, kejantanan. Bahkan peralatan mesin modernpun dinyatakan kekuatan dalam satuan kekuatan kuda ( horse power). Tentu kita kemudian menjadi sangat maklum kenapa sepeda motorpun disebut sebagai kuda besi.

Selain sebagai tunggangan langsung, bagi anak-anak, kuda mungkin identik dengan andong, delman, saldo, bendi, atau istilah yang serupa di banyak daerah. Di masa sekolah kanak-kanak mungkin sebagian besar diantara kita sangat menghayati lagu pada hari minggu kuturut ayah ke kota. Imajinasi seorang dibawa berkembara bersama keluarga naik delman istimewa. Digambarkan pula bagaimana asyiknya duduk di depan di samping pak kusir yang sedang bekerja, mengendali kuda supaya baik jalannya. Tuk, tik, tak, tik, tukpun terdengar mengirama indah di hati. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , | Meninggalkan komentar

Uniknya Pasar Mengambangnya Lembang


Jika Keraton Surakarta memiliki Taman Balai Kambang, maka Keraton Yogyakarta memiliki Taman Sarinya. Jika negeri Astina memiliki pesanggrahan Balai Sigala-gala, maka Kerajaan Tumapel memiliki Taman Baboci. Jika ummat Islam di Makassar memiliki masjid apung di tepiann Pantai Losari, ummat Hidhu di Bali pun memiliki Pura Taman Ayun yang bersemayam di tengah hamparan bunga Padma. Kali ini memang sedang ingin membahas serba-serbi taman air.

Air adalah sumber kehidupan. Segala macam rupa budaya dan peradaban manusia terlahir serta berkembang di tempat-tempat yang berdekatan dengan air. Mesir Kuno degan Sungai Nilnya, Mesopotamia dengan Eufrat-Tigrisnya, India dengan Gangganya, Homo Soloensis di tepian Bengawan Solo, masyarakat Bangkok dengan Menam-Chao Phrayanya, masyarakat Banjar dengan Baritonya, Palembang dengan Musinya, dan lain sebagainya. Bagaimana dengan Bandung? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , , , , , | 2 Komentar

Menikmati Masjid Agung Bandung


Hidup adalah sebuah perjalanan. Hidup juga merupakan suatu pengelanaan. Dalam sebuah perjalanan pengelanaan, kita mendapatkan banyak pengalaman. Mengenal sebuah tempat baru, bertemu dengan orang-orang baru, mengetahui tradisi dan adat-istiadat masyarakat setempat, dan lain sebagainya.

Salah satu ikon sebuah kota yang menjadi menu wajib untuk kami kunjungi pada saat bertandang ke sebuah kota, wilayah, atau daerah, adalah masjid. Bagi ummat muslim, masjid tidak hanya sekedar menjadi tempat ibadah. Masjid adalah pusat hidup manusia muslim. Dari tempat mulia inilah semestinya setiap pribadi muslim meletakkan pondasi nurani yang selanjutnya menjadi alas bagi pola pikir, sikap, dan tindakan atau perilakunya sehari-hari. Bagaimana dengan Bandung? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Religi | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Kenduri Cinta Edisi Mei 2019


Monggo dihadiri bersama-sama. Datang, duduk, lesehan, gratis dan barokah. Insya Allah. Mukadimah lengkap, segera rilis.

Dipublikasi di Jagad Maiyyah | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Butir-butir Mutiara Kemuliaan Ramadhan


Alkisah pada suatu ketika di masa Kekaisaran Iskandar Zulkarnain. Saat pasukannya dalam masa peperangan yang sungguh berat dan ditimpa dalam keletihan yang mendera, suatu ketika pasukannya harus menyeberangi sebuah sungai di malam yang sungguh gelap gulita. Sebelum menuruni lembah dan menyeberangi sungai, ia mengamanatkan sebuah perintah penting untuk segenap pasukannya.

“Wahai pasukanku yang gagah berani. Sebentar lagi kita harus menyeberangi sungai di depan. Malam akan semakin gelap dan kita suka tidak suka harus menyeberanginya dalam gelap gulita tanpa lentera. Saat kalian nanti menginjak dasar sungai, rasakan apa yang terinjak di kaki. Ambillah dan bawalah. Masukkan ke dalam tas atau apapun untuk dapat membawanya,” perintah Zulkarnain jelas. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Religi | Tag , , | Meninggalkan komentar

Bersih Diri, Bersih Jiwa Bersih Raga Sambut Bulan Mulia


Ramadhan adalah bulan mulia. Berbagai pahala dan kemulian digelar sebulan penuh. Ramadhan sekaligus menjadi bulan suci. Tidak saja bulannya yang suci, Ramadhan juga hadir untuk mensucikan bagi siapapun insan beriman. Ramadhan menjadi bulan ujian sebagai batu pijakan untuk meraih tingkatan ketaqwaan yang lebih tinggi lagi dibandingkan tahun-tahun lalu.

Ramadhan bulan suci. Bagi jiwa insan beriman yang ingin memasuki bulan suci, sudah sepantasnya dan semestinya bila setiap pribadi muslim juga mempersiapkan diri dengan kondisi yang lebih suci, baik suci raga maupun suci jiwa. Kondisi penyiapan diri dalam kesucian ini dalam rangka memuliakan kedatangan Ramadhan dan yang lebih penting lagi dalam rangka kesiapan mental, psikis, dan psikologis agar nantinya kita dapat mempergunakan waktu di bulan Ramadhan dalam rangka sebaik-baiknya ibadah guna mencapai derajat taqwa yang lebih tinggi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Tangkuban Perahu di Benak Para Bocah


Sangkuriang tersenyum lebar. Danau luas dengan taman air dan perahu-perahu pelancongan sudah mendekati selesai. Pekerjaannya begitu rapi dan paripurna. Siapapun, bahkan Dayang Sumbi pasti akan berdecak kagum atas karyanya. Sementara hari baru beranjak melewati puncak malam untuk berganti dengan dini hari. Pagi masih akan sejenak menjelang. Sangkuriang berhasil memenuhi permintaan Dayang Sumbi kekasih hati. Ia memang pemuda sakti dengan segala prewangannya.

Dengan segala daya upaya tentu Dayang Sumbi tidak membiarkan Sangkuriang untuk berhasil memenuhi permintaan yang ia persyaratkan. Bagaimanapun Sangkuriang adalah darah dagingnya sendiri. Ia adalah putranya yang hilang di tengah rimba. Singkat cerita ia berhasil mendatangkan bayang pijar sinar fajar. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Maribayar di Lodge Woodland Maribaya


Maribaya, sebuah wilayah bergunung jurang di utara Bandung. Wilayah ini masih merupakan bagian dari Lembang, sebuah kawasan destinasi wisata yang sangat favorit.

 

Sebuah keuntungan tersendiri ketika kami menginap di sekitar jalur Dago atas. Untuk menuju Lembang, kami tidak perlu melalui jalur Setiabudi atau Ledeng yang di kesehariannya senantiasa padat dan penuh kemacetan. Dari Dago atas, Lembang justru lebih dekat dicapai melalui Maribaya. Jalur ini tergolong sebagai jalur pintas yang lebih pendek. Di pagi hari selepas menikmati sarapan, pukul 07.30 kami meluncur menuju Maribaya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , , , | Meninggalkan komentar