Mudik Asyik 2018


Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , | Meninggalkan komentar

Ramadhan dan Tradisi Selikuran


Satu lagi tradisi di bulan Ramadhan yang hingga kini masih tetap lestari di kalangan muslim Jawa, khususnya di lingkungan pedesaan, adalah selikuran. Selikur berarti dua puluh satu. Tradisi ini memang berkaitan erat dengan tanggal-tanggal likuran, selepas tanggal dua puluh satu Ramadhan ke atas. Istilah selikuran sendiri data dimaknai sebagai tanggal awal dimulainya tradisi selikuran.

Bulan Suci Ramadhan merupukan bulan yang penuh dengan keberkahan dan kemurahan pahala kebaikan dari Allah. Setiap amalan wajib dilipatgandakan pahalanya.  Amalan-amalan sunnah dinilai setara pahalanya dengan amalan wajib di bulan-bulan biasa. Hal inilah yang mendorong ummat muslim untuk melipatgandakan intensitas amalan ibadahnya di bulan Ramadhan. Salah satu amalan yang tiada akan putus pahalanya adalah beramal jariyah ataupun bersedekah. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Kenduri Cinta Edisi Juni 2018


Monggo dihadiri bersama-sama. Datang, duduk, lesehan, gratis dan barokah. Insya Allah.

Menggaai malam lailatul qodar sekaligus HUT Kenduri Cinta ke-18.

Mukadimah lengkap, silakan disimak di sini.

Dipublikasi di Jagad Maiyyah | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Ramadhan dan Tradisi Petasan


Ramadhan memang bulan istimewa. Keistimewaan Ramadhan menumbuhkan banyak tradisi di kalangan kaum muslimin. Ibarat pepatah desa mawa acara lan negara mawa tata, setiap daerah memiliki tradisi Ramadhan yang beragam sebagai buah karya kearifan lokal masing-masing. Namun diantara tradisi-tradisi tersebut, ada satu kebiasaan Ramadhan yang sebagian masyarakat menyukainya namun sebagian yang lainnya kurang berkenan dengannya. Kebiasaan yang satu ini mungkin justru memiliki keseragaman di berbagai daerah. Kebiasaan yang saya maksudkan adalah “petasan”.

Petasan atau mercon oleh sebagian besar masyarakat di selingkaran Gunung Merapi dikenal juga dengan sebutan long. Ramadhan tanpa petasan adalah sebuah kesunyian tersendiri. Petasan biasanya memang hadir hanya di hari-hari Ramadhan yang dipuncaki saat Idul Fitri tiba. Pagi remang selepas kuliah subuh dikala para remaja berjalan-jalan santai di jalanan desa, di situ akan banyak terdengar ledakan petasan. Di kala senja sambil menunggu bedug maghrib, petasan juga menjadi rerungon yang senantiasa ngangeni. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , | Meninggalkan komentar

Keluarga Mutiara Tiada Tara


Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga.

Mungkin penggalan baris bait syair yang pernah ditembangkan dengan sangat apik oleh Mbak Via Kolopaking dan merupakan soundtrack sinetron Keluarga Cemara karya Arswendo A, begitu menyentuh dan sangat mewakili siapapun yang mendapatkan anugerah keluarga yang bahagia. Bahagia tidak harus kaya dan serba ada. Bahagia tidak harus serba mewah dan serba wah. Bahagia hanyalah soal bagiamana hati berpadu, hati bersatu, hati yang saling berkasih saying. Hati yang mampu dan sanggup untuk saling asah, saling asih, dan asuh diantara sesame anggota keluarga. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Raya | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Pengemudi Taksi dan Cobaan Ramadhan


Ramadhan tidak saja menjadi bulan latihan. Ramadhan sekaligus menjadi bulan ujian dan cobaan. Di saat seorang pengemudi taksi yang akan mengantar Anda mencoba mencari-cari alasan untuk mengulur jalur agar tarikan argo bertambah besar, apa yang akan Anda lakukan. Padahal di saat itu adalah malam Jumat keramat di awal bulan Ramadhan. Bulan suci dimana setan dan iblis dibelenggu untuk tidak menggoda manusia. Adakah celah-celah hikmah dari kejadian yang mengarah kepada aksi ketidakjujuran tersebut?

Malam itu kira-kira baru lepas adzan Isya’. Ketika menuju pulang dari bandara, demi mengharap perjalanan yang lebih cepat dan lebih singkat sayapun memesan sebuah taksi yang kebetulan mangkal. Seketika masuk ke dalam taksi, si pengemudi langsung menanyakan kemana tujuan perjalanan saya. Tentu saja hal semacam ini adalah sebuah kewajaran, bahkan standar layanan setiap taksi. Sayapun kemudian memberikan keterangan mengenai arah tujuan perjalanan kepada si pengemudi tersebut. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , | Meninggalkan komentar

Ngaji Kepada Merapi di Bulan Suci


Aji, ngaji, dan pengajian. Tiga kata yang satu sama lain saling berkait itu boleh jadi harusnya sangat diamalkan oleh ummat muslim. Terlebih di bulan suci Ramadhan seperti saat ini. Aji berarti luhur, mulia, bernilai, atau berharga. Aji juga bermakna raja, penguasa wakil Tuhan yang kita akui ketinggian derajatnya.

Adapun ngaji dari nga-aji. Ungkapan yang menyatakan proses menuju aji. Proses penempaan diri untuk meraih keluhuran dan kemuliaan, khususnya berkaitan dengan akal dan budi, dan selanjutnya akhlak manusia. Maka orang yang sedang belajar ataupun mendalami disebut juga sedang mengaji. Orang yang membaca atau nderes Qurán juga dikatakan ngaji. Demikian halnya orang yang terlibat dalam suatu majlis yang mempelajari, mendalami, mengajarkan, menguraikan, ayat-ayat Allah SWT juga sedang ngaji. Prose ngaji itupun selanjutnya melahirkan istilah pengajian. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Alam | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Wulan Suci Ramadhan


Nemu catatan kusam dari masa silam, “WULAN SUCI

Tepi Merapi, 22 Mei 2018

Dipublikasi di Jagad Religi | Tag , , , | Meninggalkan komentar