Negeri Lima Menari di Tangan Anak Kelas Lima


Iqra’, demikian pesan pertama yang disampaikan dalam kitab suci Al Qur’an. Iqra’ bermakna bacalah. Iqra’ sekaligus mengisyaratkan bahwa ummat Islam diperintahkan untuk senantiasa membaca. Dari membaca ummat kemudian belajar, kemudian paham, dan selanjutnya tentu saja dapat menguasai pengetahuan untuk diterapkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka mencapai kebahagiaan hidup. Demikian membaca menjadi sesuatu yang sesungguhnya sangat penting dan mendasar dalam pembinaan kualitas ummat Islam sebagai insan yang paripurna.

Dalam konsep pendidikan, membaca menjadi instrument atau metode yang sangat mendasar dalam rangka menguasai ilmu pengetahuan. Membaca menjadi gerbang, pintu masuk, sekaligus jendela bagi segenap ilmu pengetahuan. Membaca memang kemampuan mendasar yang telah diajarkan semenjak anak usia taman kanak-kanak, bahkan di beberapa PAUD anak usia dini juga sedikit banyak sudah diajarkan untuk mampu membaca. Dalam berbagai tataran jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi, kemampuan atau ketrampilan anak didik dalam membaca tentu semakin diasah dan didayagunakan sedemikian rupa. Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Jagad Sastra | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Mendadak Tertimpa Cicak


Cicak? Ada apa dengan cicak? Tiba-tiba saja memang ingin bercerita tentang cicak. Ada kejadian yang saya alami secara tiba-tiba dengan cicak.

Sabtu sore selepas Ashar. Suasana yang mendung mencekam seolah langit akan segera mencurahkan air hujannya. Daripada was-was untuk beraktivitas di luar rumah, ya mending ndekem saja sambil meneruskan buku Rabu Serasa Sabtunya Bang Wendo. Jadilah sore itu, saya leyeh-leyeh bersantai ria sambil memangku untuk membaca buku yang saya maksud. Duduk di sofa butut ruang tamu sambil sepoi-sepoi menikmati kibasan angina dari kipas angina yang lumayan silir-sumilir. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Ngisor Blimbing | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Anak-anak Bersama Bapak


Memang ada film berjudul Sabtu Bersama Bapak. Tentu semestinya bapak sebagai orang tua yang memiliki kewajiban penuh untuk membimbing, mendidik dan membina, membersamai anak-anak tentu semestinya tidak terbatas di hari Sabtu sebagaimana film tersebut. Namun dunia realitas tentu tidak sesempurna idealisme manusia, karena satu dan banyak hal, waktu kebersamaan antara orang tua dan anak-anaknya tidak sepenuhnya dilakukan secara terus-menerus. Entah karena kerja, kesibukan, agenda acara lain, dan lain sebagainya.

Khususnya bagi seorang bapak yang memiliki tanggung jawab utama mencari nafkah bagi keluarga, kesempatan dan waktu membersamai anak-anak tercintanya tentu tidak sebanyak seorang istri yang memang menjadi ibu rumah tangga dan tidak bekerja di luar rumah. Sebagian waktu dan dirinya tentu lebih banyak dihabiskan di luar rumah. Dengan demikian waktu, kesempatan dan kebersamaan seorang bapak dengan anak-anak merupakan sesuatu yang sungguh-sungguh dan sangat berharga. Oleh karena itu, setiap kesempatan seorang bapak dapat berkumpul, bersendagurau, beraktivitas bersama, berkarya bersama, harus benar-benar didayagunakan sebagia suatu quality time yang benar-benar berkualitas. Hal ini menjadi jauh sangat lebih penting dan esensial untuk bapak-bapak yang masih memiliki putra dan putri usia anak-anak. Hubungan dan kehangatan bapak dan anak-anak di masa usia anak-anak adalah hal yang sangat menentukan karakter kelak setelah anak-anak tersebut menjadi dewasa, bahkan orang tua. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Tokoh | Tag , , | Meninggalkan komentar

Serangga di Mata Petani Seniman Sujono Magelang


Serangga dan lahan pertanian tentu dua entitas yang tidak terpisahkan. Sawah, ladang, kebun, hingga hutan adalah habitat hidup dari beragam jenis serangga. Serangga sendiri merupakan suatu kelompok hewan-hewan yang berciri utama memiliki tiga pasang kaki. Mulai dari semut, rayap, jangkrik, gasir, orong-orong, nyamuk, lalat, belalang, capung, garengpung, wangwung, ampal merupakan bagian dari hewan serangga. Tentu saja di luar itu masih sangat banyak jenis atau spesies serangga lainnya. Mungkin jumlahnya mencapai ribuan spesies.

Berbicara tentang lahan pertanian, terlebih khusus lagi sawah pertanian, tentu juga tidak terpisahkan dengan sosok petani itu sendiri. Petanilah sosok yang mengolah lahan, menebar bibit, menyemai dan menanamnya. Petani pulalah yang kemudian merawat, memelihara, menyiangi, memupuk, hingga ketika saatnya memanen hasil tanamannya. Dalam setiap tahapan proses bertani tersebut tidak dipungkiri, petani pasti juga beriteraksi dengan berbagai jenis serangga yang hidup dan berhabitat di lahan persawahannya. Sebuah keniscayaan yang tentu saja dipandang sebagai sebuah keumuman. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Magelangan | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Dilematis Kantong Plastik


Kehidupan manusia modern seolah tak bisa lepas dari plastik, terutama kantong plastik. Perhatikan saja bawaan para ibu sehabis pulang belanja di pasar. Belanja sayur, bumbu, dibungkus pakai kantong plastik. Beli gorengan, kue, jajanan juga pakai kantong plastik. Beli beras, garam, cabe, sabun, sampho, dan jenis barang apapun sudah sangat lazim ujung-ujungnya ya dibungkus dengan kantong plastik. Tidak mengherankan berapa banyak plastik yang masuk ke rumah kita masing-masing. Dan kantong-kantong plastic itu ketika sudah sekali pakai, maka ia akan sekaligus menjadi sampah yang kita buang.

Terbayang bukan bagaimana kemudian kantong-kantong plastic itu menjadi kontributor utama sampah sulit terurai yang disisakan dari aktivitas manusia. Belum terdidiknya masyarakat kita untuk menggunakan ulang (reuse) ataupun mendaur ulang (recycle) menjadikan peningkatan kuantitas sampah kantong plastik menjadi semakin tidak terkendali. Hal ini menjadi semakin bertambah parah tatkala kita membuang sampah kantong plastik secara semabarangan. Di jalanan, di kendaraan umum, di got-got, parit, saluran air, bahkan sungai dan danau-danau kita. Kita masih sangat akrab dengan perilaku membuang sampah di sembarang tempat. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , , | Meninggalkan komentar

Panah Masa Silam Panah Masa Depan


Apakah ada hubungan antara masa silam, masa depan, dan perlengkapan panah? Tentu saja dengan akal pikiran yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia, setiap benda, setiap hal, setiap apapun yang ada di dunia dapat disambungkan keterkaitan dan keterhubungannya satu sama lain. Terlebih jika kita berbicara dalam frekuensi atau ranah pemikiran filsafat.

Setiap sesuatu, sebagaimana setiap hal yang diciptakan Tuhan, pada hakekatnya merupakan ayat-ayatNya. Kita tentu ingat dan paham bahwasanya ayat-ayat Tuhan terbagi menjadi kalam dan alam. Kalam merupakan ayat-ayat Tuhan yang tertulis di dalam kitab-kitab suci, wabil khusus tentu saja Al Qur’an. Adapun alam merupakan ayat-ayat Tuhan yang tercipta, ayat-ayat Tuhan yang tergelar di semesta alam raya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Nostalgia Lintas Alam ke Pos Pengamatan Gunung Merapi di Babadan


Babadan. Banyak tempat menyandang nama Babadan. Namun setahu kami, hanya ada satu Babadan di lereng Gunung Merapi yang merupakan lokasi pos pengamatan gunung berapi teraktif di dunia ini. Pos Pengamatan Babadan berada di sisi barat Gunung Merapi, tepatnya di Desa Krinjing yang masuk ke wilayah Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Sebagaimana pos pengamatan Gunung Merapi yang lain, seperti yang terdapat di Ngepos maupun Plawangan, perangkat utama yang digunakan untuk mengamati aktivitas Merapi berupa alat pengukur gempa atau seismometer. Peristiwa keluarnya cairan magma melalui saluran kawah sebuah gunung berapi senantiasa menimbulkan getaran-getaran gempa tremor atau disebut juga sebagai gempa tektonik. Amplitudo dan banyaknya getaran gempa vulkanik senantiasa teramati melalui lembar seismogram. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Alam | Tag , , | 4 Komentar

Keluarga Sadar Bakat Anak


Keluarga sadar bakat anak? Apaan lagi tuh? Meskipun sepintas lalu pernah mendengar istilah tersebut, namun jujur kami tidak tahu persis maksud ataupun pesan di balik ungkapan keluarga sadar bakat anak. Nah, kebetulan pada momentum Hari Guru Nasional, 25 November 2018, kami berkesempatan menyimak talkshow yang mengusung tema keluarga sadar bakat. Kebetulan talkshow tersebut menjadi salah satu rangkaian acara “Sekolah Alam Tangerang Fair 2018”.

Meskipun tidak menyimak presentasi dari Ir. Adri Fajria, M.Com., namun ada beberapa hal yang dapat kami catat. Jika sistem pendidikan yang telah maupun saat ini diterapkan bertujuan mendidik anak untuk menguasai berbagai ilmu pengetahuan, meskipun dari banyak ilmu pengetahuan tersebut tidak semua akan dipakai atau digunakan kelak pada saat si anak dewasa, maka trend alternatif sistem pendidikan modern justru membatasi pengajaran kepada anak berdasarkan bakat dominan yang dimilikinya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , | Meninggalkan komentar