Darah Jiwa Raga Tempe


Tempe. Ya, si tempe makanan dari bahan dasar kedelai itu. Mendengar ataupun bersentuhan dengan makanan yang satu ini bagi kebanyakan orang mungkin merupakan suatu hal yang biasa saja. Tidak demikian halnya dengan saya. Tempe tidak hanya soal sebuah kata semata. Tempe bukan hanya soal nama makanan thok. Pun tempe bukan hanya soal persepsi kaum bermental rendahan. Tempe merupakan bagian dari sejarah dan perjalanan hidup keluarga kami.

Biyung Harjo, nenek kami, adalah maestro perajin tempe di masanya. Tidak hanya saja menyejarah, penggelan hidup tersebut bahkan semakin melegenda di dalam sanubari kami, segenap para cucu-cucunya. Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Jagad Keluarga | Tag | 1 Komentar

Kembali Berguru Ilmu Padi


Ibarat ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Seyogyanya seseorang yang semakin pandai, maka wajarnya ia akan semakin berendah hati. Hikmah ilmu padi ini sudah puluhan tahun diajarkan di bangku sekolah dan menjadi pedoman bagi manusia budiman. Jangan berkebalikan dengan ilmu padi, celakalah bagi anak manusia yang sudahlah tidak berilmu, sudahlah tidak berharta, sudahlah tidak berpangkat jabatan, sudahlah tidak memiliki apa-apa namun bersikap sombong, angkuh, dan tinggi hati.

Ibarat ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Ilmu padi yang satu ini memang hikmah tersohor buah nasehat dari tanaman yang menghasilkan beras si cikal bakal nasi. Namun sebagai sebuah ayat kauniyah Tuhan, tanaman padi tentunya masih menyimpan puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan hikmah ilmu kebijaksanaan yang senantiasa bisa digali dan dihikmahi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Religi | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Presiden Sejati Pujangga Abadi (1)


Wahai Pemuda Mana Telurmu?
Puisi Sutardji Calzoum Bachri

Apa gunanya merdeka
Kalau tak bertelur?
Apa gunanya bebas
Kalau tak menetas?
Wahai bangsaku
Wahai Pemuda
Mana telurmu?

Burung
Jika tak bertelur
Tak menetas
Sia-sia saja terbang bebas Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Kenduri Cinta Edisi Juli 2019


Monggo dihadiri bersama-sama. Datang, duduk, lesehan, gratis dan barokah. Insya Allah. Mukadimah lengkap, segera rilis.

Dipublikasi di Jagad Maiyyah | Tag , , , | 1 Komentar

Mengenang Asal-usul Kota Bandung


Bandung di masa kini merupakan ibukota Provinsi Jawa Barat. Bandung di masa lalu, setidaknya pada masa pra Daendels dan Raffless pernah berperan penting sebagai tempat kedudukan Residen Priangan yang sebelumnya berada di Cianjur. Dalam perkembangannya, Bandung bahkan menjadi kandidat peralihan ibukota pemerintahan Hindia Belanda dari Buitenzorg, alias Bogor. Keberadaan Gedung Sate dan beberapa kantor pusat departemen bahkan sudah ditempatkan di kawasan pusat kota Bandung. Lalu bagaimana sebenarnya masa lalu dan sejarah kota Bandung ditorehkan?

Bandung, sebuah kota yang berkembang di atas cekungan danau purba. Tatkala Sultan Agung Hanyakrakusuma dari Mataram hendak menyerang Batavia di bawah Gubernur Jenderal JP Coen, tersebutlah nama penguasa Bandung. Ia bergelar Adipati Ukur. Dialah sosok penguasa yang diamanatkan Sultan Agung untuk memimpin penyerangan ke tanah Betawi pada sekitar tahun 1625-1627. Namun sayang beribu sayang, serangan tersebut gagal. Untuk mempertanggungjawabkan kegagalannya, bahkan Adipati Ukur dihuku mati oleh Sultan. Kelak dari waktu ke waktu penguasa atau adipati wilayah Bandung senantiasa dipegang oleh anak keturunan Adipati Ukur ini. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Nusantara | Tag , | Meninggalkan komentar

Jelang Festival Lima Gunung 2019


Ndherek mangayubagya. Sepekan jelang Festival Lima Gunung XVIII Tahun 2019. Monggo sedulur semua, bisa mulai dikepoin agenda pertunjukan non stop selama tiga hari tiga malam bertema Gunung Lumbung Budaya.

JADWAL PENGISI ACARA FESTIVAL LIMA GUNUNG XVIII 5-7 JULI 2019 di Dsn. Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kec. Dukun, Kab. Magelang Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , , , , | 1 Komentar

Keliling Bandung ala Bandros Tour


Bandros. Setahu saya bandros yang pertama kali saya kenal merupakan nama sejenis minuman. Tentu saja minuman tradisional khas Sunda atau Tanah Priyangan. Mirip atau sebelas dua belaslah dengan bajigur. Mungkin terinspirasi dari minuman bandros ini Kang Emil, pada saat menjabat Walikota Bandung, menggagas bus untuk wisata keliling kota dinamakan Bandros. Bandros, Bandung Tour on Bus!

Adalah sebuah kelaziman sebuah kota tujuan wisata kelas dunia rata-rata memiliki layanan wisata keliling kota dengan kendaraan tertentu. Di negara tetangga saja, semisal Singapura dan Kuala Lumpur telah lama memiliki hop on hop off bus. Fungsi utama kendaraan tersebut untuk mengantarkan turis ke berbagai sudut kota. Mulai dari pusat kota, kawasan sejarah atau kota tua, kawasan perbelanjaan, kawasan pemerintahan, jalanan protokol, merupakan spot-spot yang lazim dilalui atau disinggahi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Sensasi Panorama Bandung dari Puncak Menara Kembar


Menara kembar alias Twin Tower tertinggi mungkin telah menjadi ikoniknya Kota Kuala Lumpur. Namun tentu saja yang namanya menara kembar juga terdapat di kota atau negara lain selain Twin Towernya Kuala Lumpur. Salah satu kota yang juga memiliki menara kembar adalah Bandung. Dimanakah dan seperti apakah Twin Tower-nya Bandung? Simak selengkapnya ya…..

Apabila kita berada di Bandung, tentu sangat tidak lengkap jika tidak menyambangi Alun-alun Kota Bandung. Sebuah area pelataran atau lapangan terbuka yang berada di pusat kota. Tepat di sisi barat dari pelataran inilah terdapat menara kembar yang kami maksudkan. Ya, memang menara kembar tersebut merupakan bagian dari bangunan Masjid Raya Bandung. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , , | 3 Komentar

Resah Gelisah Masalah Sekolah


Ilmu pengetahuan dan teknologi diyakini,  bahkan telah banyak terbukti, menjadi salah satu factor penunjang kesuksesan seseorang. Sekolah merupakan tempat menuntut ilmu secara formal. Semakin tinggi jenjang Pendidikan seseorang, peluang teraihnya kehidupan masa depan yang lebih baik juga semakin terbuka. Tentu saja di luar teori mainstream ini ada pula jalan kesuksesan seseorang yang diraih dengan nasib baik atau keberuntunga. Namun bagaimanapun, kecakapan seseorang terkait dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki dapat dipandang sebagai sebuah ikhtiar manusia untuk “mengkondisikan” takdirnya.

Urusan mencari sekolah akhir-akhir ini menjadi perbincangan yang cukup hangat, bahkan semakin memanas. Pemberlakuan penerimaaan peserta didik baru dengan sistem zonasi untuk sekolah negeri menjadi biang keroknya. Belum meratanya keberadaan suatu sekolah di berbagai daerah menjadi faktor utama kekisruhan system zonasi. Sistem tersebut seolah menafikan keberadaan anak-anak pintar yang kurang beruntung karena tinggal di daerah yang kemana-mana jauh dari sekolahan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , | Meninggalkan komentar

Lebaran Yang Tak Lebar-Lebar


Lebaran memang lebar betul. Karena dimensi lebar betul itu, lebaran menjadi memiliki makna yang luas. Saking luasnya, jika semakin digali dan terus digali maknanya maka lebaran menjadi tak lebar-lebar, tak berkesudahan. Barangkali karena urusan rutin tahunan yang satu inilah, kami sempat vakum dari dunia online di blog ini. Setidaknya dua minggu lebih kami lebih mendalami makna lebaran pada tataran offline.

Lebaran bagi warga kampung seperti kami, paling identic dengan tradisi ujung. Ujung adalah istilah silaturahmi di Hari Lebaran, khususnya di daerah selingkaran Magelang Raya. Di Hari Lebaran itu kami benar-benar saling membuka hati lebar-lebar. Satu sama lain saling berendah hati untuk meminta maaf dan memberi maaf, saling maaf-memaafkan. Wabil khusus pada kesempatan tersebut yang muda lebih diutamakan untuk sowan, menghadap kepada yang lebih tua. Kepada orang tua, mertua, simbah kakek-nenek, simbah buyut, mbah canggah, bahkan kepada pakde, bude, paklik, bulik, juga guru-guru atau siapapun yang kita tuakan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , | Meninggalkan komentar